Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Trump Nilai AS Masuki Era Keemasan Berkat Kebijakan Tarif Resiprokal
potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (whitehouse.gov)

Jakarta, FORTUNE - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut tahun pertama masa jabatan periode keduanya sebagai titik awal “era keemasan” bagi Negeri Paman Sam. Ia meyakini kebijakan tarif dagang resiprokal yang diterapkannya akan mendorong masuknya investasi, pembangunan pabrik, serta penciptaan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Kita akan terus menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. This is the golden age of America,” kata Trump dalam pidato tahunan kepada kongres di Gedung Capitol, Washington, D.C, pada Selasa (24/2), mengutip kanal Youtube The White House.

Ia menyoroti lonjakan sejumlah indeks utama bursa saham, termasuk Dow Jones Industrial Average yang disebut telah menembus level 50 ribu, sebuah capaian empat tahun lebih cepat dari proyeksi awalnya. Selain itu, indeks S&P 500 juga diklaim melampaui ekspektasi dengan menembus 7.000 poin.

Menurut Trump, capaian tersebut tak lepas dari strategi tarif yang dijalankannya. “Saya menggunakan tarif ini untuk menghasilkan ratusan miliar dolar untuk membuat kesepakatan besar, baik secara ekonomi maupun atas dasar keamanan nasional,” ujarnya.

Sepanjang 12 bulan pertama periode keduanya, Trump menyatakan perekonomian AS menunjukkan penguatan signifikan. Ia menggarisbawahi inflasi yang turun ke level terendah dalam lebih dari lima tahun, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pasar saham yang berulang kali mencetak rekor tertinggi. Inflasi bahkan disebut berada di angka 1,7 persen dalam tiga bulan terakhir 2025.

Kinerja pasar modal juga menjadi sorotan. Sejak pemilu, pasar saham AS diklaim telah mencatat 53 kali rekor tertinggi sepanjang masa. Kondisi ini disebut berdampak pada peningkatan nilai dana pensiun dan tabungan hari tua jutaan warga Amerika.

Trump turut mengklaim keberhasilannya menghimpun komitmen investasi domestik dan asing lebih dari US$ 18 triliun dalam setahun terakhir, jauh melampaui periode pemerintahan sebelumnya. Arus modal tersebut, kata dia, mendorong pembangunan fasilitas industri dan pembukaan sekitar 70 ribu lapangan kerja baru di sektor konstruksi serta manufaktur.

Di sektor energi, ia menyampaikan produksi minyak dan gas AS mengalami peningkatan. Produksi minyak nasional bertambah lebih dari 600 ribu barel per hari, sementara gas alam mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. AS juga memperoleh tambahan pasokan lebih dari 80 juta barel minyak melalui kerja sama dengan Venezuela.

“Produksi gas alam Amerika mencapai rekor tertinggi sepanjang masa karena saya menepati janji saya untuk mengebor. Jumlah warga Amerika yang bekerja hari ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah negara kita,” ujar Trump.

Ia juga menekankan penurunan harga bahan bakar sebagai capaian penting. Harga bensin yang sebelumnya menembus lebih dari US$6 per galon di sejumlah negara bagian kini disebut turun menjadi di bawah US$2,30 per galon di sebagian besar wilayah. Bahkan di beberapa daerah, harga telah berada di kisaran US$1,99 per galon. Saat berkunjung ke Iowa, Trump mengaku mendapati harga bensin mencapai US$1,85 per galon.

Trump menilai kebijakan tarif resiprokal terhadap negara mitra dagang menjadi instrumen utama untuk memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan penerimaan negara, serta memperluas investasi dan kesempatan kerja. Ia optimistis kesepakatan tarif dengan sejumlah negara dapat menggantikan sebagian peran pajak dalam struktur pendapatan negara dan meringankan beban finansial masyarakat AS.

Editorial Team