Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tanggapi Pengumuman MSCI, Dradjad: Turki Juga Dievaluasi Seperti RI
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo. Dok Fortune Indonesia.
  • Turki menghadapi evaluasi MSCI yang serupa dengan Indonesia, termasuk potensi perubahan klasifikasi pasar modal.

  • MSCI menjadwalkan evaluasi lanjutan Indonesia pada April dan Juni tahun depan, sementara pemerintah melanjutkan perbaikan tata kelola.

  • Investor domestik diminta memperkuat analisis fundamental dan tidak sepenuhnya bergantung pada penilaian MSCI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (15/10)

MSCI menunda perubahan tertentu pada indeks saham Turki. MSCI menyatakan masih memerlukan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi reformasi pasar.

Jumat (16/10)

Drajad Hari Wibowo menyebut Turki menghadapi evaluasi MSCI yang serupa dengan Indonesia.

hingga Juni

Turki disebut mendapatkan tenggat waktu untuk menindaklanjuti persoalan yang menjadi perhatian MSCI.

tahun depan

MSCI menjadwalkan target evaluasi lanjutan terhadap Indonesia.

April dan Juni

Evaluasi lanjutan MSCI terhadap Indonesia akan berlangsung pada April dan Juni.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Turki dan Indonesia menghadapi evaluasi MSCI terkait pasar modal, termasuk kemungkinan perubahan klasifikasi pasar.
  • Who?
    Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo menyampaikan hal tersebut, sementara MSCI melakukan evaluasi.
  • Where?
    Pernyataan Drajad disampaikan di kantor Kemenko Perekonomian. Evaluasi berkaitan dengan pasar modal Indonesia dan pasar ekuitas Turki.
  • When?
    Drajad menyampaikannya pada Jumat (16/10). Evaluasi lanjutan Indonesia dijadwalkan pada April dan Juni tahun depan.
  • Why?
    MSCI memerlukan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi reformasi pasar dan menyoroti persoalan perhitungan saham beredar bebas serta dugaan perdagangan terkoordinasi di Turki.
  • How?
    Pemerintah Indonesia melanjutkan reformasi tata kelola pasar modal, sedangkan investor domestik diminta memperkuat analisis mandiri dan tidak mudah panik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Turki dan Indonesia sedang diperiksa oleh MSCI tentang pasar sahamnya. Turki mendapat waktu sampai Juni untuk memperbaiki masalah. Indonesia juga akan diperiksa lagi pada April dan Juni tahun depan. Pemerintah ingin memperbaiki pasar modal. Investor dalam negeri diminta melihat keadaan perusahaan sendiri dan tidak cepat panik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Evaluasi MSCI memberi ruang bagi pemerintah Indonesia untuk melanjutkan reformasi tata kelola pasar modal sesuai kebutuhan. Dorongan kepada investor domestik agar memperkuat analisis fundamental juga dapat membuat keputusan investasi tidak hanya bergantung pada penilaian lembaga indeks global, terutama ketika dinamika pasar berubah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyebut Turki juga menghadapi evaluasi dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI), serupa dengan yang dialami Indonesia. Hal tersebut disampaikan  menanggapi potensi reklasifikasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia menjadi standalone market.

“MSCI juga melakukan hal yang sama terhadap Turki. Baru kemarin sama. Turki juga kena seperti kita, tapi memang dia levelnya masih,” ujar Dradjad di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (16/10).

Ia menambahkan, Turki disebut mendapatkan tenggat waktu hingga Juni untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Dia juga dikasih waktu kalau enggak salah sampai Juni. Dan bahasanya mirip-mirip,” katanya.

Sementara itu, pihak MSCI disebut telah menjadwalkan target evaluasi lanjutan pada Indonesia untuk tahun depan yang akan berlangsung pada April dan Juni. Selama periode tersebut, pemerintah menekankan bahwa otoritas terkait untuk melakukan langkah perbaikan pada pasar modal Indonesia.

Di tengah evaluasi tersebut, Dradjad menegaskan pemerintah Indonesia tetap akan melanjutkan reformasi tata kelola pasar modal yang akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

“Apa yang disampaikan MSCI itu memang perlu kita perhatikan. Kita enggak ngotot. Apa yang memang perlu kita perbaiki, akan kita perbaiki,” ujarnya.

Dradjad meminta investor domestik untuk memperkuat analisis secara mandiri dan tidak mudah panik dalam menyikapi dinamika pasar modal.

Dradjad mengatakan, keluarnya investor asing berpotensi menekan harga saham. Namun, kondisi tersebut juga dapat menjadi peluang bagi investor domestik yang mampu menganalisis fundamental perusahaan secara mandiri.

“Malah mungkin dengan asing keluar harga turun, investor dalam negeri silahkan serok aja sekarang,” kata Dradjad.

Ia mengingatkan investor agar tidak sepenuhnya bergantung pada penilaian MSCI dalam mengambil keputusan investasi.

Sebagai informasi, pada hari Kamis (15/10), MSCI menunda perubahan tertentu pada indeks saham Turki, dengan menyatakan bahwa mereka memerlukan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi reformasi pasar.

MSCI juga memberikan peringatan mengenai kemungkinan penurunan peringkat dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perbatasan (frontier market) atau pasar mandiri (standalone market).

Pasar saham Turki mendapat sorotan dari para investor terkait perhitungan saham yang beredar bebas (free-float) serta dugaan adanya perdagangan terkoordinasi pada sejumlah saham.

Curated For You

Editorial Team

Related Article