Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BTPN Syariah Siapkan Uji Coba Gadai Emas dan Rencana Buyback Saham
Ilustrasi nasabah inklusi BTP Syariah/Dok BTPN Syariah
  • BTPN Syariah menyiapkan proyek percontohan gadai emas pada September 2026 di empat titik layanan pasar, dengan evaluasi hasil dijadwalkan pada Desember untuk menentukan ekspansi berikutnya.

  • Perseroan akan mengajukan share buyback dalam RUPSLB 13 Oktober 2026, dengan tujuan meningkatkan likuiditas dan mendorong harga saham agar mencerminkan fundamental bank.

  • Pada semester I-2026, BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp655 miliar; aset tumbuh 8 persen menjadi Rp23 triliun dan pembiayaan naik 9 persen menjadi Rp11 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
semester I-2026

BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp655 miliar. Aset tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi Rp23 triliun dan pembiayaan tumbuh 9 persen menjadi Rp11 triliun.

kuartal III, sekitar September

BTPN Syariah merencanakan memulai gold financing atau gadai emas melalui proyek percontohan di satu wilayah.

13 Oktober 2026

RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana pembelian kembali saham dijadwalkan berlangsung.

Desember 2026

BTPN Syariah menargetkan hasil pengembangan bisnis gadai emas mulai dapat dievaluasi sebagai salah satu dasar menentukan ekspansi berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BTPN Syariah mempersiapkan pengembangan bisnis gadai emas sebagai mesin pertumbuhan baru yang diharapkan mendongkrak pendapatan dan laba.
  • Who?
    PT Bank BTPN Syariah Tbk, Direktur Bank BTPN Syariah Fachmy Achmad, dan Direktur BTPN Syariah Arief Ismail.
  • Where?
    Proyek percontohan akan dilakukan di satu wilayah dengan empat titik layanan di kawasan pasar.
  • When?
    Gadai emas direncanakan mulai kuartal III, sekitar September, dan hasil pengembangannya ditargetkan dievaluasi pada Desember 2026.
  • Why?
    Bisnis ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru serta mendongkrak pendapatan dan laba perseroan.
  • How?
    BTPN Syariah memulai melalui proyek percontohan, menghadirkan produk di empat titik layanan, lalu menggunakan evaluasi sebagai dasar ekspansi berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bank BTPN Syariah mau mencoba layanan gadai emas di satu wilayah. Pak Fachmy bilang rencananya mulai sekitar September. Ada empat tempat layanan di kawasan pasar untuk orang mass market. Hasilnya akan dilihat pada Desember 2026. Bank juga punya laba bersih Rp655 miliar hingga semester I-2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengembangan melalui proyek percontohan di satu wilayah dan evaluasi pada Desember 2026 menunjukkan BTPN Syariah menyiapkan tahap awal secara terukur. Penempatan empat titik layanan di kawasan pasar juga selaras dengan tujuan menjangkau segmen mass market, sementara penguatan layanan pendanaan melengkapi sumber pendapatan berbasis biaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) bersiap meluncurkan proyek percontohan bisnis gadai emas (gold financing) pada kuartal III-2026 sebagai mesin pertumbuhan baru guna mendongkrak pendapatan dan laba perseroan. Inisiatif ini melengkapi kinerja positif perseroan yang mengantongi laba bersih Rp655 miliar pada semester I-2026, di tengah rencana pelaksanaan pembelian kembali saham (share buyback).

Pengembangan bisnis gadai emas tersebut akan dimulai pada September 2026 melalui empat titik layanan di kawasan pasar guna menjangkau segmen mass market.

"Untuk gold financing atau gadai emas, kami rencanakan mulai kuartal III, sekitar September," ujar Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9). Pihaknya menargetkan hasil proyek percontohan ini dapat dievaluasi pada Desember 2026 sebagai dasar penentuan langkah ekspansi berikutnya.

Selain menyiapkan lini bisnis baru, BTPN Syariah mengumumkan rencana share buyback guna meningkatkan likuiditas saham di pasar sekaligus mendongkrak harga saham agar lebih mencerminkan nilai fundamental bank. Sesuai POJK No. 29 Tahun 2023, aksi korporasi ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Oktober 2026.

Ekspansi dan aksi korporasi tersebut ditopang oleh kinerja keuangan solid. Hingga semester I-2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp655 miliar. Total asetnya tumbuh 8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp23 triliun, sementara penyaluran pembiayaan naik 9 persen (YoY) mencapai Rp11 triliun.

Ketahanan finansial bank didukung rasio Return on Asset (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7 persen.

Demi memperluas sumber pendapatan berbasis biaya (fee-based income), BTPN Syariah turut memperkuat layanan pendanaan melalui perluasan distribusi sukuk ritel, bancassurance syariah, serta Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).

Pada kesempatan sama, Direktur BTPN Syariah, Arief Ismail, menegaskan fokus perseroan saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas pembiayaan demi menciptakan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan.

“Kami terus memperkuat pendampingan kepada nasabah sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru yang dapat melengkapi bisnis inti kami,” kata Arief.

Editorial Team

Related Article