Naik 9,2%, BCA Syariah Kantongi Laba Rp109 Miliar di Semester I-2026
- BCA Syariah membukukan laba bersih Rp109 miliar pada semester I-2026, naik 9,2% secara tahunan, ditopang pertumbuhan pembiayaan dan penghimpunan dana.
- Pembiayaan tumbuh 20,5% menjadi Rp13,6 triliun, mencakup sektor produktif, komersial, KPR, dan emas, dengan rasio NPF gross tetap sehat.
- DPK naik 10,2% menjadi Rp15,4 triliun dan aset meningkat 17,2% menjadi Rp20,7 triliun per Juni 2026, didorong pertumbuhan CASA.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mengantongi laba bersih senilai Rp109 miliar, tumbuh 9,2 persen (YoY) di semester I-2026. Kinerja ini ditopang oleh segmen pembiayaan yang tumbuh kuat hingga penghimpunan dana yang memadai.
Secara keseluruhan, pembiayaan BCA Syariah tumbuh 20,5 persen (YoY) menjadi Rp13,6 triliun, dengan fokus pada sektor-sektor produktif, baik pembiayaan komersial maupun pembiayaan konsumer seperti KPR dan emas.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menjelaskan, pertumbuhan ini mencerminkan peran aktif BCA Syariah dalam mendukung perekonomian riil masyarakat, mulai dari pengusaha sektor produktif. Kendati demikian, ia memastikan perusahaan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas aset yang tercermin dalam rasio NPF gross yang terjaga di level yang sehat.
“BCA Syariah pada semester pertama 2026 tumbuh solid dan berkelanjutan. Hal ini mencerminkan semakin kuatnya minat dan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah,” kata Yuli melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Selasa (11/8).
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA Syariah tercatat tumbuh 10,2 persen (YoY) menjadi Rp15,4 triliun, didorong oleh peningkatan dana murah (CASA) yang tumbuh 14,6 persen (YoY) mencapai Rp6,5 triliun. Pertumbuhan CASA ditopang oleh giro yang tumbuh 23,2 persen (YoY) menjadi Rp3,8 triliun dan tabungan yang tumbuh 4,5 persen (YoY) menjadi Rp2,7 triliun, sementara deposito tumbuh 7,2 persen (YoY) menjadi Rp8,9 triliun.
“Pertumbuhan DPK ini menjadi indikator penting sekaligus memperluas basis nasabah yang dapat dijangkau oleh layanan serta program BCA Syariah,” katanya.
Dengan berbagai pencapaian ini, total aset bank syariah ini melonjak 17,2 persen (YoY) menjadi Rp20,7 triliun per Juni 2026. Ke depan, kata Yuli, BCA Syariah akan terus memperkuat struktur pendanaan, meningkatkan kualitas pembiayaan, serta mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Perseroan juga konsisten mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia melalui berbagai inisiatif edukatif dan kolaboratif.


















