Ekosistem Muhammadiyah Jadi Sasaran Baru Ekspansi Bank BSN

- Bank BSN membidik ekosistem Muhammadiyah di Lampung melalui program Muhammadiyah Ecosystem Acceleration 2026, dengan peluang menerapkan model serupa di wilayah lain.
- Layanan mencakup institusi, dosen-karyawan, mahasiswa, usaha kampus, serta AUM; meliputi payroll, pembiayaan, KPR Syariah, QRIS, ZIS, dan magang.
- Hingga Juli 2026, aset Bank BSN mencapai Rp81,1 triliun, pembiayaan Rp62 triliun, dan Bale Syariah mencatat lebih dari 225.000 pengguna aktif.
Jakarta, FORTUNE - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperluas bisnis layanan dan pembiayaan syariah dengan membidik ekosistem Muhammadiyah di Lampung. Strategi ini menyasar berbagai unit dan kelompok dalam persyarikatan, mulai dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, hingga UMKM dan pelaku usaha.
Meski pengembangan ekosistem saat ini dilakukan di Lampung, Bank BSN membuka peluang untuk membawa model kerja sama tersebut ke wilayah lain di Indonesia. Lampung menjadi salah satu daerah yang dinilai memiliki potensi kuat karena luasnya jaringan AUM Muhammadiyah di berbagai sektor.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera sekaligus pasar potensial bagi pengembangan bisnis perseroan.
"Lampung memegang peranan vital sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera, sekaligus wilayah potensial dengan pertumbuhan AUM yang sangat masif, mulai dari perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, hingga jaringan bisnis UMKM," kata Alex, dalam keterangan resmi, Kamis (3/9).
Menurut Alex, pendekatan Bank BSN terhadap Muhammadiyah tidak hanya diarahkan untuk menggarap transaksi bisnis, tetapi mencakup kebutuhan perbankan berbagai unsur dalam ekosistem persyarikatan.
"Hubungan Bank BSN dan Muhammadiyah bukan sekadar kemitraan bisnis biasa. Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai penyedia produk perbankan, melainkan sebagai mitra ekosistem yang tumbuh bersama Muhammadiyah secara berkelanjutan," ujarnya.
Ekspansi tersebut dijalankan melalui Muhammadiyah Ecosystem Acceleration 2026. Program ini menjadi kelanjutan dari kerja sama Bank BSN dengan Muhammadiyah yang sebelumnya dituangkan dalam nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.
Bank BSN dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menandatangani nota kesepahaman pada 24 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kerja sama itu kemudian diperkuat melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan Syariah yang ditandatangani di Jakarta pada 12 Juni 2026.
Salah satu hasil kerja sama tersebut adalah penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah yang ditujukan hingga 1.000 unit bagi warga dan kader Muhammadiyah.
Lima segmen ekosistem
Di Lampung, Bank BSN menyiapkan layanan perbankan untuk lima segmen dalam ekosistem perguruan tinggi dan AUM Muhammadiyah. Untuk institusi, perseroan menawarkan Giro PPO untuk kebutuhan penempatan dana operasional kampus, serta pembiayaan investasi dan modal kerja.
Dosen dan karyawan menjadi segmen berikutnya. Bank BSN menyediakan integrasi payroll, Pembiayaan Multimanfaat tanpa agunan, program Cicil Emas, hingga KPR Syariah.
Bagi mahasiswa, layanan diarahkan pada kebutuhan transaksi melalui aplikasi Bale Syariah. Bank BSN juga menyediakan integrasi ZIS melalui Lazismu serta membuka program magang industri melalui BSN Young Islamic Banker Academy.
Sementara itu, usaha kampus dan AUM lainnya dapat memanfaatkan layanan pembayaran digital melalui QRIS dan mesin EDC. Bank BSN juga menyediakan pembiayaan modal kerja bagi tenant.
Ekspansi tidak berhenti pada lingkungan perguruan tinggi. Bank BSN turut membidik kebutuhan layanan perbankan dan pembiayaan rumah sakit, sekolah, serta pondok pesantren Muhammadiyah.
Model pendekatan berbasis ekosistem tersebut memberikan ruang bagi Bank BSN untuk menawarkan berbagai produk kepada kelompok yang saling terhubung, mulai dari institusi hingga individu dan pelaku usaha.
Strategi perluasan ekosistem tersebut berjalan ketika kinerja Bank BSN masih mencatat pertumbuhan hingga Juli 2026. Perseroan membukukan total aset Rp81,1 triliun, naik 22,2 persen secara tahunan. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp62 triliun atau tumbuh 25,7 persen, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp64,1 triliun, meningkat 14,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi digital, aplikasi Bale Syariah by BSN telah memiliki lebih dari 225.000 pengguna aktif hingga Juli 2026. Platform tersebut mencatat akumulasi sekitar 2 juta transaksi dengan volume mencapai Rp4,88 triliun.
Dengan basis bisnis tersebut, Bank BSN menjadikan pengembangan ekosistem Muhammadiyah sebagai salah satu jalur untuk memperluas penetrasi layanan syariah. Inisiatif di Lampung menjadi tahap pengembangan yang sekaligus membuka peluang penerapan pendekatan serupa di jaringan Muhammadiyah di berbagai daerah Indonesia.




















