Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ditopang Bisnis Emas dan Digitalisasi, Laba Bersih BSI Tumbuh 11 Persen
Foto salah satu bank syariah di Indonesia, bank BSI. (Image from Bank Syariah Indonesia)
  • BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun pada semester I-2026, naik 11 persen tahunan, didorong bisnis emas, pembiayaan berkualitas, dan akselerasi transaksi digital.
  • Total aset BSI tumbuh 16 persen menjadi Rp464,5 triliun, dengan DPK naik 22 persen menjadi Rp393 triliun dan dana murah CASA mencapai Rp238 triliun.
  • Fee based income melonjak 38,15 persen menjadi Rp4,1 triliun, ditopang ekosistem emas 24 ton, 585.000 merchant QRIS, serta investasi teknologi informasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
semester I-2026

BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, meningkat 11 persen secara tahunan.

Juni 2026

BSI melayani 7,69 juta nasabah haji dan lebih dari 585 ribu merchant QRIS.

Jumat (21/8)

Anggoro Eko Cahyo menyampaikan keterangan resmi di Jakarta mengenai peran teknologi dalam pertumbuhan bisnis BSI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, naik 11 persen secara tahunan pada semester I-2026.
  • Who?
    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Semester I-2026; Anggoro menyampaikan keterangan di Jakarta pada Jumat (21/8).
  • Why?
    Pertumbuhan didukung ekspansi bisnis emas, penyaluran pembiayaan berkualitas, serta penguatan transaksi digital.
  • How?
    BSI berinvestasi pada kapasitas sistem teknologi informasi dan pengalaman transaksi, sambil mengembangkan ekosistem emas, pembiayaan, dan layanan digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BSI mendapat laba Rp4,16 triliun pada semester I-2026. Anggoro Eko Cahyo bilang banyak nasabah datang karena BSI memakai teknologi. BSI juga punya layanan emas, pembiayaan, dan transaksi digital. Sampai Juni 2026, BSI melayani nasabah haji dan merchant QRIS. Aset BSI mencapai Rp464,5 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Investasi BSI pada kapasitas teknologi informasi dan pengalaman transaksi mendukung layanan yang lebih cepat dan aman bagi jutaan nasabah. Pengembangan ekosistem emas, pembiayaan, transaksi digital, layanan haji, serta merchant QRIS juga memperlihatkan sumber pendapatan dan layanan yang semakin beragam di dalam ekosistem BSI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) (BSI) meraup laba bersih Rp4,16 triliun pada semester I-2026, tumbuh 11 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian positif bank syariah terbesar di Indonesia ini didorong oleh pesatnya ekspansi ekosistem bisnis emas, pertumbuhan penyaluran pembiayaan berkualitas, serta akselerasi transaksi digital yang menopang kenaikan total aset perseroan sebesar 16 persen menjadi Rp464,5 triliun.

Pertumbuhan aset perseroan berjalan seiring dengan penguatan struktur pendanaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI melonjak 22 persen (YoY) mencapai Rp393 triliun per Juni 2026. Penopang utama DPK bersumber dari peningkatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang mencapai Rp238 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan BSI tumbuh merata pada seluruh segmen. Segmen pembiayaan konsumer menjadi kontributor terbesar senilai Rp189,25 triliun, diikuti segmen wholesale sebesar Rp95 triliun, serta segmen ritel dan UMKM senilai Rp55,83 triliun. Ekspansi ini diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga, tecermin pada rasio pembiayaan bermasalah Non-Performing Financing (NPF) Gross sebesar 1,80 persen dan NPF Net pada level 0,33 persen.

Diversifikasi pendapatan BSI juga makin solid dengan lonjakan Fee Based Income (FBI) sebesar 38,15 persen menjadi Rp4,1 triliun. Lonjakan pendapatan berbasis komisi ini dipicu oleh pertumbuhan ekosistem bisnis emas dan transaksi digital. Dari total 24,3 juta nasabah BSI, perseroan kini mengelola 24 ton emas dengan perincian 1,22 juta nasabah layanan emas, 594.000 nasabah cicil emas, serta 209.000 nasabah gadai emas.

Pada sektor transaksi digital, BSI melayani lebih dari 585.000 merchant QRIS dan 7,69 juta nasabah haji hingga pertengahan 2026. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan ekspansi layanan ini ditopang oleh investasi berkelanjutan pada teknologi informasi guna menghadirkan pengalaman transaksi yang cepat dan aman.

"Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah," kata Anggoro dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/8).

Editorial Team

Related Article