Jakarta, FORTUNE - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperluas konektivitas internet di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Program tersebut tidak lagi sekadar mengejar pembangunan infrastruktur, tetapi diarahkan untuk memperbesar manfaat digital bagi pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.
Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, mengatakan hingga kini pemerintah telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi di berbagai daerah Indonesia. Sebagian besar titik tersebut berada di sektor pendidikan.
"Bakti telah membangun akses internet di lebih dari 31.000 lokasi. Sekitar 68 persen berada di sektor pendidikan, kemudian sektor kesehatan sebesar 5,89 persen untuk mendukung e-government," ujar Fadhilah dalam Bakti Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu (12/8).
Selain sekolah dan fasilitas kesehatan, konektivitas juga menjangkau kantor pemerintahan serta ruang-ruang publik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Sekitar 19,9% lokasi mencakup kantor pemerintah dan fasilitas seperti pasar tradisional, rumah ibadah, pos pertahanan dan keamanan, pusat usaha, hingga transportasi publik.
Menurut Fadhilah, ukuran keberhasilan pembangunan konektivitas di daerah 3T tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya titik yang telah tersambung. Pemerintah juga perlu memastikan jaringan tersebut benar-benar digunakan dan memberikan perubahan bagi masyarakat.
"Pembangunan konektivitas di wilayah 3T harus diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari tingkat pemanfaatannya," kata Fadhilah.
Dampak pemanfaatan tersebut, antara lain, terlihat di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Infrastruktur internet Bakti dimanfaatkan untuk mendukung proses digitalisasi sekolah sekaligus memperbaiki akses layanan kesehatan, termasuk optimalisasi mekanisme rujukan medis dari puskesmas.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pembangunan BTS membantu mempersempit wilayah tanpa sinyal atau blank spot, sehingga masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan komunikasi dapat mengakses layanan digital dan membuka peluang kegiatan ekonomi baru.
