TECH

Agate Ikut Susun Pedoman Ruang Ramah Perempuan dalam Industri Gim RI

Perempuan turut punya peluang untuk berkontribusi.

Agate Ikut Susun Pedoman Ruang Ramah Perempuan dalam Industri Gim RIIlustrasi pemimpin perempuan di perusahaan. Shutterstock/SofikoS
11 June 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan pengembang gim terkemuka asal Indonesia, Agate International, atau biasa disebut Agate, baru saja mengumumkan peran aktifnya dalam penyusunan pedoman ruang ramah Perempuan dalam Industri Gim Indonesia.

Pedoman tersebut menyediakan kerangka kerja komprehensif guna menciptakan lingkungan kerja yang memberikan lebih banyak peluang bagi—juga lebih menghargai—perempuan dalam perusahaan gim di Indonesia.

Proses pembuatan pedoman ini dipimpin oleh Indonesian Women in Game (IWIG) dengan dukungan dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), serta pelaku industri game lainnya. 

Dalam siaran persnya, dikutip Selasa (11/6), CEO dan co-founder Agate, Shieny Aprilia, menyatakan perusahaannya sangat mendukung inisiatif IWIG dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah perempuan.

"Kami percaya bahwa keberagaman dalam tim adalah kunci untuk menghasilkan karya-karya yang inovatif dan bermakna. Pedoman ini akan menjadi bagian dari sejarah industri gim Indonesia sebagai landasan penting dalam mendorong kesetaraan dan inklusi di industri ini," ujarnya.

Salah satu hal yang digarisbawahi adalah setiap perempuan yang bekerja dalam industri gim memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan kontribusi.

"Kami berharap pedoman ini dapat menjadi panduan yang jelas untuk menciptakan ruang kerja yang aman dan mendukung bagi semua," kata Team Lead Agate Academy, Restya Winda Astari.

Survei terbaru yang digelar oleh International Game Developers Association (IGDA) dalam Geena Davis Institute of Gender in Media menunjukkan bahwa perempuan hanya mengisi sekitar 30 persen dari posisi pengembang gim secara global.

Kesenjangan tersebut memunculkan desakan untuk memperkuat inisiatif keberagaman dalam industri ini.

Perempuan sendiri hampir mencakup separuh dari pemain gim di pasar global, dengan persentase mencapai 46 persen di Amerika, 47 persen di Eropa, 48 persen di Australia, dan 37 persen di Asia.

Meskipun ada peningkatan, kesenjangan gender tetap ada dalam industri game.

Di Indonesia, Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan Badan Riset dan lnovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa 80 persen responden yang disurvei, yaitu studio game di Indonesia, menyatakan memiliki karyawan perempuan, sementara 20 persen sisanya tidak memiliki representasi perempuan.

Berdasarkan data tersebut, IWIG berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang ramah perempuan melalui penyusunan pedoman ini.

Ketua Indonesian Women in Game (IWIG), Riris Marpaung, mengatakan pedoman yang disusun itu merupakan langkah besar dalam mewujudkan industri gim yang lebih inklusif dan ramah perempuan.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk Komnas Perempuan, IBCWE, Agate, dan studio game lainnya yang telah memberikan dukungan dan perhatiannya dalam proses pembuatan pedoman ini,” ujarnya.

Di antara 10 poin utama yang termua dalam pedoman tersebut adalah kebijakan keberagaman dan inklusivitas, waktu bekerja dan akomodasi di tempat kerja, dan pencegahan kekerasan seksual di tempat kerja.

Related Topics