Jakarta, FORTUNE — Perusahaan desain asal Australia, Canva akan melakukan restrukturisasi yang berdampak pada 22 persen tenaga kerjanya. Sebanyak 1.271 pekerja akan terkena perubahan status, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), relokasi, hingga perubahan peran.
Dikutip dari BBC, Co-founder sekaligus CEO Canva Melanie Perkins menyebut keputusan tersebut sebagai salah satu momen tersulit dalam sejarah perusahaan setelah 13 tahun berdiri.
“Tanpa diragukan lagi, ini merupakan momen tersulit dalam 13 tahun sejarah kami,” kata Perkins dalam surat kepada karyawan dikutip Kamis (5/11).
Meski sulit, restrukturisasi tersebut menurutnya akan membawa perubahan signifikan bagi karyawan. Sebagian pekerja akan mengalami perubahan posisi atau diminta pindah ke pusat kerja yang terpusat, sementara sebagian lainnya harus meninggalkan perusahaan.
“Bagi sebagian orang, ini berarti perubahan pada peran mereka atau diminta untuk pindah ke pusat kerja terpusat. Sayangnya, ini juga berarti kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada rekan kerja dan teman yang telah membantu membangun Canva hingga menjadi seperti sekarang,” ujarnya.
Canva memiliki karyawan di 37 negara. Dalam restrukturisasi tersebut, Sydney akan menjadi “rumah utama” bagi lebih banyak tim produk perusahaan. Mulai tahun depan, karyawan dengan skema kerja hybrid juga akan diwajibkan bekerja dari kantor selama dua hingga tiga hari dalam sepekan.
Perubahan tersebut dilakukan setelah Canva menghadapi tahun yang berat. Pertumbuhan perusahaan melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
“Ini merupakan tahun tersulit bagi kami, dan seperti yang kami sampaikan sebelumnya tahun ini, pertumbuhan kami melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade,” tulis Perkins kepada karyawan.
Perkins mendirikan Canva pada 2013 setelah ia meninggalkan bangku kuliah pada usia 19 tahun untuk membangun usaha pertamanya. Platform tersebut menyediakan berbagai templat dan perangkat desain yang memungkinkan pengguna tanpa keahlian teknis maupun latar belakang desain membuat materi visual.
Layanan Canva digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari undangan pernikahan hingga presentasi bisnis dan materi pemasaran.
Restrukturisasi terbaru menunjukkan tekanan yang dihadapi perusahaan teknologi ketika perkembangan AI mengubah pola penggunaan perangkat lunak sekaligus meningkatkan kebutuhan investasi teknologi.