Jakarta, FORTUNE - Brand ponsel pintar di bawah bendera Transsion Holdings, Infinix, baru saja mendaulat Sergio Ticoalu sebagai Marketing Director Infinix South East Asia pada Juli 2026.
Promosi eksekutif ini menandai strategi perseroan mereplikasi resep kesuksesan dari Indonesia ke tingkat regional.
“Sebagai orang Indonesia yang dipercaya memimpin strategi marketing di level regional, saya melihat ini sebagai kesempatan untuk membawa perspektif dan pembelajaran dari pasar Indonesia ke kawasan yang lebih luas,” ujar Sergio, dikutip dari selular.id (9/7).
Dalam hematnya, Indonesia menjadi salah satu pasar yang paling dinamis dan kompetitif bagi Infinix. Menurutnya, berbagai strategi yang dijalankan perusahaan selama ini lahir dari pemahaman terhadap perilaku konsumen muda.
Pendekatan tersebut tidak dilakukan dengan menyalin strategi yang telah diterapkan di Indonesia, melainkan mengadaptasi berbagai insight, kreativitas, dan pemahaman terhadap konsumen sesuai karakter setiap negara.
Saat masih Head of Marketing Infinix Indonesia, dia menyatakan kondisi industri smartphone sepanjang paruh pertama 2026 masih dibayangi fluktuasi harga komponen, terutama memori, yang dinilai berdampak signifikan terhadap biaya produksi seluruh merek ponsel.
Guna meredam lonjakan biaya produksi, Infinix memfokuskan diri pada efisiensi rantai pasok (supply chain) mulai dari kantor pusat hingga jalur distribusi regional. Langkah ini dibarengi percepatan peluncuran lini produk baru demi menghindari eskalasi harga komponen.
“Kami berlomba-lomba untuk release produk secepat mungkin di tahun ini. Karena makin lama kami launching produk, [kami tidak bisa mengikuti] harga yang bakal naik terus,” ujar Sergio pada Mei lalu, seperti dilansir Bisnis.com.
Taktik tersebut membuahkan hasil. Ketika permintaan secara industri lesu akibat pelemahan daya beli, rapor penjualan Infinix justru stabil. Seri menengah hingga premium (seri Note dan GT) kini menjadi motor penggerak utama, melampaui performa lini entry-level.
Merespons tren positif ini, perseroan berambisi mempertahankan tahtanya pada jajaran tiga besar volume pengiriman (shipment) nasional. Sergio turut menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi.
“Yang paling penting jaga stabilitas supaya buying power tetap OK, dan ongkos operasional bisa ditekan,” katanya.
Sergio, yang pernah menapaki karier bersama XL Axiata, Kuaishou, hingga SHARP, membidik ceruk potensial yang lama terabaikan: gamer belia yang mendambakan performa tinggi dengan harga bersahabat.
Penetapan identitas sebagai "HP Gaming Value for Money" terbukti ampuh mengerek bendera Infinix menembus lima besar bursa ponsel pintar Tanah Air pada 2025. Menurutnya, keberhasilan jenama berpangkal pada eksplorasi wawasan (insight) konsumen, bukan sekadar adu spesifikasi semata.
“Insight konsumen adalah bahan paling berharga. Tugas kami adalah meracik karya yang relevan dan dieksekusi dengan sempurna, lalu memberinya sentuhan kreatif tak terduga yang membuat orang berhenti dan memperhatikan,” katanya dikutip dari laman marketing.co.id.
Filosofi tersebut tervalidasi melalui kampanye In Front of Us, sebuah film pendek bertema perundungan yang sepenuhnya direkam melalui lensa depan Infinix. Proyek ini menjaring lebih dari 20 juta penonton daring dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di final Adfest 2024, demikian diwartakan IDN Times.
