Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Snowflake Business Ontology
  • Snowflake memperkuat bisnis AI korporasi melalui Business Ontology, Cortex AI Gateway, serta pembaruan Snowflake CoCo dan Snowflake CoWork.

  • Teknologi tersebut dirancang untuk membantu perusahaan memahami konteks bisnis, mengendalikan aktivitas agen, serta mengotomatisasi pekerjaan rutin.

  • Snowflake menargetkan agen AI digunakan dalam proses bisnis rutin dengan dukungan tata kelola, keamanan, pemantauan, dan pengendalian biaya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Snowflake mengumumkan Business Ontology, Cortex AI Gateway, serta pembaruan pada Snowflake CoCo dan Snowflake CoWork dalam Snowflake Expedition 2026.

Rabu (4/11)

Christian Kleinerman menyampaikan penjelasan mengenai konteks bisnis dan tata kelola agen AI dalam diskusi virtual.

tiga bulan terakhir

Shelter Mutual Insurance Company menggunakan Snowflake CoCo dan menyebut perubahan dalam pembuatan semantic layers serta aliran data ke Snowflake CoWork.

Kini

Shelter Mutual Insurance Company memiliki delapan agen AI dalam tahap produksi dan mengembangkan agen lainnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Snowflake memperkenalkan dan memperbarui sejumlah teknologi untuk mempercepat penggunaan agen AI di lingkungan perusahaan.
  • Who?
    Snowflake Inc, Christian Kleinerman, Andy Owens dari Kargo, dan Vibhor Gupta dari Shelter Mutual Insurance Company.
  • Where?
    Teknologi tersebut ditujukan untuk digunakan di lingkungan perusahaan dan berbagai cloud, kerangka kerja, serta penyedia AI.
  • When?
    Pengembangan diumumkan dalam Snowflake Expedition 2026. Christian menyampaikannya dalam diskusi virtual, Rabu (4/11).
  • Why?
    Untuk membantu perusahaan memahami konteks bisnis, mengendalikan aktivitas agen, mengotomatisasi pekerjaan rutin, serta mengelola keamanan dan biaya AI.
  • How?
    Melalui Business Ontology, Cortex AI Gateway, Cortex AI Guardrails, Dynamic Model Routing, fitur observability, CoCo, dan CoWork.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Snowflake membuat alat untuk membantu perusahaan memakai agen AI. Alat itu membantu AI memahami pekerjaan, memakai data dengan aturan, dan mengerjakan tugas rutin. Ada juga alat untuk melihat aktivitas dan biaya AI. Snowflake ingin agen AI dipakai dalam pekerjaan sehari-hari, bukan hanya dicoba. Kini, delapan agen AI Shelter Mutual Insurance Company sudah dalam tahap produksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengembangan Snowflake memberi perusahaan perangkat yang lebih terarah untuk memperluas penggunaan agen AI. Integrasi konteks bisnis, tata kelola, keamanan, pemantauan, dan otomatisasi dapat membantu perusahaan membawa aplikasi AI dari tahap uji coba ke proses produksi. Fitur pengendalian biaya dan jejak audit juga mendukung penggunaan agen yang lebih terukur dalam operasional bisnis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Snowflake Inc, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang memperkenalkan platform data cloud dan kecerdasan buatan (AI) memperkuat bisnis kecerdasan buatan (AI) korporasi melalui sejumlah teknologi baru yang ditujukan untuk mempercepat penggunaan agen AI di lingkungan perusahaan. 

Strategi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menangkap peluang belanja teknologi AI yang terus berkembang, sekaligus mendorong perusahaan membawa aplikasi AI dari tahap uji coba ke penggunaan produksi.

Pengembangan tersebut mencakup Business Ontology, Cortex AI Gateway, serta pembaruan pada Snowflake CoCo dan Snowflake CoWork yang diumumkan dalam Snowflake Expedition 2026.

Snowflake mengarahkan teknologi tersebut untuk menjawab tiga kebutuhan utama perusahaan dalam mengadopsi agen AI, yakni kemampuan memahami konteks bisnis, pengendalian aktivitas agen, dan kemampuan menjalankan pekerjaan secara mandiri.

Business Ontology misalnya, yang memberikan pemahaman kepada agen AI mengenai istilah dan definisi yang digunakan perusahaan. Sementara itu, Cortex AI Gateway menjadi lapisan pengendalian untuk mengatur akses agen terhadap model AI, data, dan berbagai tools.

Adapun, CoCo dan CoWork ditujukan untuk mengotomatisasi pekerjaan rutin. CoCo merupakan coding agent bagi tim data, sedangkan CoWork berfungsi sebagai personal work agent bagi pekerja berbasis pengetahuan (knowledge workers).

Snowflake menilai kebutuhan tersebut semakin penting seiring perusahaan memperluas penggunaan AI. Tantangan perusahaan kini bukan hanya membangun agen AI, tetapi memastikan teknologi tersebut dapat bekerja secara akurat, aman, dan terkendali ketika digunakan dalam operasional bisnis.

Berdasarkan laporan MIT Technology Review, sebanyak 55 persen eksekutif menyebut kurangnya konteks bisnis sebagai penyebab utama rendahnya kualitas wawasan (insight) dari agen AI. Adapun, data yang terfragmentasi atau sulit diakses menjadi kendala kedua dengan porsi 45 persen. 

Kondisi tersebut memberi peluang bagi penyedia teknologi seperti Snowflake untuk menawarkan platform yang tidak hanya menyediakan akses ke model AI, tetapi juga data, tata kelola, keamanan, dan perangkat untuk menjalankan agen AI.

Snowflake menyatakan telah menjadi bagian dari infrastruktur data yang digunakan lebih dari 14.500 perusahaan global. Perusahaan kini memperluas posisi tersebut dengan menyediakan lapisan pengendalian bagi perusahaan yang mulai mengadopsi model agentic enterprise, yakni organisasi yang memanfaatkan agen AI untuk menjalankan berbagai pekerjaan bisnis.

Christian Kleinerman, EVP of Product, Snowflake mengatakan, perusahaan yang keluar sebagai pemenang bukanlah yang memiliki agen terbanyak. Melainkan mereka yang agennya benar-benar memahami arti bisnis dengan mengakses data yang tepat, mematuhi tata kelola dan guardrails yang ditentukan, serta dapat mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang diambil oleh agen.

“Itulah perbedaan antara agen yang sekadar menebak-nebak dan agen yang dapat diandalkan untuk menjalankan roda bisnis. Snowflake telah menyimpan data, konteks, dan tata kelola yang diandalkan oleh perusahaan. Melalui perluasan Snowflake Horizon Catalog dengan Business Ontology dan Cortex AI Gateway, konteks dan tata kelola tidak lagi menjadi pertimbangan belaka, melainkan fondasi tempat setiap agen dibangun bagi agentic enterprise,”  ujar Christian dalam diskusi virtual, Rabu (4/11). 

Perkuat Kendali

Salah satu fokus Snowflake adalah memastikan perusahaan dapat mengontrol penggunaan agen AI, terutama ketika teknologi tersebut mulai terhubung dengan berbagai sumber data, model AI, dan perangkat lunak pihak ketiga.

Cortex AI Gateway menjadi gerbang bagi agen AI untuk mengakses data dan tools. Sistem tersebut menerapkan kebijakan akses, autentikasi, serta izin perusahaan pada aktivitas agen di berbagai cloud, kerangka kerja, dan penyedia AI.

Snowflake juga menyediakan Cortex AI Guardrails untuk melindungi agen dari ancaman seperti prompt injection dan jailbreak. Sementara itu, fitur cost governance membantu perusahaan memantau serta membatasi pengeluaran yang ditimbulkan oleh penggunaan AI.

Perusahaan juga memperkenalkan Dynamic Model Routing yang dapat mengarahkan pekerjaan rutin ke model AI yang lebih ringan dan berbiaya lebih rendah. Strategi tersebut memungkinkan perusahaan mengendalikan biaya ketika jumlah agen AI yang digunakan semakin banyak.

Dari sisi pemantauan, fitur observability mencatat aktivitas agen di akun Snowflake milik pelanggan. Aktivitas tersebut kemudian dapat dianalisis melalui Agent Trace Intelligence. Snowflake juga menyediakan Agent Abuse Detection untuk mendeteksi aktivitas agen yang melampaui batas izin.

Andy Owens, VP of Data and AI, Kargo menambahkan, perusahaan menjalankan banyak AI pada data dalam jumlah besar, dan pertanyaan yang sebelumnya tidak dapat dijawab adalah tim mana dan agen mana yang memicu pengeluaran tersebut.

“Cortex AI Gateway memberikan rincian tersebut kepada kami, ditambah batasan tegas sehingga proses yang tidak terkendali tidak akan menghabiskan anggaran secara diam-diam,” ujarnya. 

Mengarahkan setiap permintaan ke model yang tepat berarti pekerjaan rutin tidak berjalan pada model yang paling mahal. Perusahaan menjalankan lebih banyak agen dari sebelumnya dan mengetahui biaya dari masing-masing agen tersebut.

Snowflake juga mendorong penggunaan agen AI untuk mempermudah pekerjaan rutin melalui CoCo dan CoWork. Melalui CoCo Automations, tim data dapat menetapkan alur kerja yang kemudian dijalankan secara otomatis sesuai jadwal.

Kapabilitas tersebut dapat digunakan untuk pekerjaan seperti pemeriksaan data pipeline secara berkala atau penyusunan laporan mingguan. Setiap eksekusi dilengkapi jejak audit sehingga perusahaan dapat memantau aktivitas agen dan menjalankan kembali pekerjaan jika diperlukan.

Snowflake juga mengembangkan CoCo dan CoWork agar dapat digunakan melalui aplikasi yang telah menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari, termasuk Slack, Excel, dan Sheets.

CoCo dan CoWork Bots memungkinkan agen AI bekerja secara terus-menerus di latar belakang. Agen dapat menjalankan tugas berdasarkan tujuan yang diberikan pengguna dan hanya meminta intervensi ketika membutuhkan keputusan atau persetujuan.

“Dulu butuh waktu yang sangat lama untuk membuat semantic layers, tetapi semuanya telah berubah secara drastis dalam tiga bulan terakhir sejak kami mulai menggunakan Snowflake CoCo. Selain itu, setiap bagian data mengalir secara real-time ke Snowflake CoWork,” ujar Vibhor Gupta, Vice President of Enterprise Data & AI, Shelter Mutual Insurance Company.

“Kini kami memiliki akses ke insight real-time sesuai permintaan secara langsung dalam proses operasional kami. Dengan delapan agen AI dalam tahap produksi dan lebih banyak lagi yang sedang dikembangkan, kami telah mengubah cara data mendorong keputusan, mulai dari meja klaim hingga jajaran eksekutif (C-suite).”

Snowflake menilai integrasi konteks bisnis, tata kelola, dan otomatisasi menjadi kunci untuk memperluas penggunaan agen AI di perusahaan. Dengan menempatkan ketiga fungsi tersebut dalam satu platform, perusahaan menargetkan agen AI tidak lagi sekadar digunakan untuk eksperimen, tetapi menjadi bagian dari proses bisnis yang berjalan secara rutin.

Strategi tersebut sekaligus membuka ruang bagi Snowflake untuk memperbesar monetisasi dari meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur data, model AI, keamanan, serta pengelolaan agen AI di lingkungan korporasi.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article