Jakarta, FORTUNE — Snowflake Inc, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang memperkenalkan platform data cloud dan kecerdasan buatan (AI) memperkuat bisnis kecerdasan buatan (AI) korporasi melalui sejumlah teknologi baru yang ditujukan untuk mempercepat penggunaan agen AI di lingkungan perusahaan.
Strategi tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menangkap peluang belanja teknologi AI yang terus berkembang, sekaligus mendorong perusahaan membawa aplikasi AI dari tahap uji coba ke penggunaan produksi.
Pengembangan tersebut mencakup Business Ontology, Cortex AI Gateway, serta pembaruan pada Snowflake CoCo dan Snowflake CoWork yang diumumkan dalam Snowflake Expedition 2026.
Snowflake mengarahkan teknologi tersebut untuk menjawab tiga kebutuhan utama perusahaan dalam mengadopsi agen AI, yakni kemampuan memahami konteks bisnis, pengendalian aktivitas agen, dan kemampuan menjalankan pekerjaan secara mandiri.
Business Ontology misalnya, yang memberikan pemahaman kepada agen AI mengenai istilah dan definisi yang digunakan perusahaan. Sementara itu, Cortex AI Gateway menjadi lapisan pengendalian untuk mengatur akses agen terhadap model AI, data, dan berbagai tools.
Adapun, CoCo dan CoWork ditujukan untuk mengotomatisasi pekerjaan rutin. CoCo merupakan coding agent bagi tim data, sedangkan CoWork berfungsi sebagai personal work agent bagi pekerja berbasis pengetahuan (knowledge workers).
Snowflake menilai kebutuhan tersebut semakin penting seiring perusahaan memperluas penggunaan AI. Tantangan perusahaan kini bukan hanya membangun agen AI, tetapi memastikan teknologi tersebut dapat bekerja secara akurat, aman, dan terkendali ketika digunakan dalam operasional bisnis.
Berdasarkan laporan MIT Technology Review, sebanyak 55 persen eksekutif menyebut kurangnya konteks bisnis sebagai penyebab utama rendahnya kualitas wawasan (insight) dari agen AI. Adapun, data yang terfragmentasi atau sulit diakses menjadi kendala kedua dengan porsi 45 persen.
Kondisi tersebut memberi peluang bagi penyedia teknologi seperti Snowflake untuk menawarkan platform yang tidak hanya menyediakan akses ke model AI, tetapi juga data, tata kelola, keamanan, dan perangkat untuk menjalankan agen AI.
Snowflake menyatakan telah menjadi bagian dari infrastruktur data yang digunakan lebih dari 14.500 perusahaan global. Perusahaan kini memperluas posisi tersebut dengan menyediakan lapisan pengendalian bagi perusahaan yang mulai mengadopsi model agentic enterprise, yakni organisasi yang memanfaatkan agen AI untuk menjalankan berbagai pekerjaan bisnis.
Christian Kleinerman, EVP of Product, Snowflake mengatakan, perusahaan yang keluar sebagai pemenang bukanlah yang memiliki agen terbanyak. Melainkan mereka yang agennya benar-benar memahami arti bisnis dengan mengakses data yang tepat, mematuhi tata kelola dan guardrails yang ditentukan, serta dapat mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang diambil oleh agen.
“Itulah perbedaan antara agen yang sekadar menebak-nebak dan agen yang dapat diandalkan untuk menjalankan roda bisnis. Snowflake telah menyimpan data, konteks, dan tata kelola yang diandalkan oleh perusahaan. Melalui perluasan Snowflake Horizon Catalog dengan Business Ontology dan Cortex AI Gateway, konteks dan tata kelola tidak lagi menjadi pertimbangan belaka, melainkan fondasi tempat setiap agen dibangun bagi agentic enterprise,” ujar Christian dalam diskusi virtual, Rabu (4/11).