ADES Mau Ekspansi ke Pasar Permen Jeli, Investasi Rp46 Miliar

- PT Akasha Wira International Tbk (ADES) berencana ekspansi ke pasar permen jeli dengan menambah kegiatan usaha industri kembang gula senilai investasi Rp46,21 miliar.
- Pasar permen gummy Indonesia diproyeksikan bernilai hingga Rp15,2 triliun pada 2026, dengan pertumbuhan kuat di segmen functional gummies mencapai CAGR 8,54 persen per tahun.
- Setelah ekspansi, ADES menargetkan GPM 45,77 persen dan NPM 29,28 persen pada 2026 serta akan meminta persetujuan investor melalui RUPSLB pada 17 Juni 2026.
Jakarta, FORTUNE - Produsen Makarizo dan air minum Nestle Pure Life, PT Akasha Wira International Tbk (ADES), berniat masuk ke pasar permen jeli. Pasar yang telah diisi oleh pemain lama seperti PT Yuppy Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
Untuk mendukung rencana itu, ADES akan menambah kegiatan usaha industri kembang gula. Pandangan yang melandasinya adalah pasar permen gummy di Indonesia yang diproyeksikan bernilai antara US$850 juta-US$950 juta (sekitar Rp13,6 triliun-Rp15,2 triliun) pada 2026. Itu dibentuk oleh segmen permen jeli biasa sebesar US$400 juta-US$450juta dan segmen functional gummies sebesar US$422,72 juta.
Selain itu, dari segi pertumbuhan, permen jeli biasa mencatat laju CAGR 4,5 persen-5,2 persen per tahun dan functional gummies di level 8,54 persen per tahun. "Mengingat pasar terus membesar, penetrasi produk baru perseroan diarahkan untuk menyerap potensi pertumbuhan pasar," demikian dikutip dari prospektus ADES, dikutip dari keterbukaan informasi, Senin (8/6).
Guna menjalankan kegiatan usaha baru, ADES memerlukan investasi senilai Rp46,21 miliar untuk kebutuhan tanah, bangunan, dan mesin. Sumber pendanaannya adalah modal investasi dari kas perseroan.
Setelah ekspansi usaha itu dilakukan, perseroan memperkirakan besaran gross profit margin (GPM) sebesar 45,77 persen pada 2026. Sementara itu, operating profit margin diperkirakan mencapai 37,53 persen; dengan net profit margin 29,28 persen; return on investment 19,72 persen; dan return on equity sebesar 20,88 persen.
Sebagai konteks, dari segi kinerja, ADES membukukan penjualan senilai Rp2,72 triliun pada 2025. Sementara itu, laba tahun berjalannya mencapai Rp741,58 miliar.
Dalam rangka meminta persetujuan investor atas rencana penambahan usaha itu, ADES akan menggelar RUPSLB pada 17 Juni 2026 pukul 10.00 WIB. Pengumuman hasil RUPSLB akan dilakukan pada 19 Juni 2026.

















