PT Agrinas Pangan Nusantara mengontrak dua produsen otomotif India untuk memasok total 105.000 unit kendaraan. Rinciannya terdiri dari 35.000 unit pikap Mahindra Scorpio, 35.000 unit pikap Tata Yodha, serta 35.000 unit truk Tata Ultra T.7.
Pengiriman dilakukan bertahap sepanjang 2026, dengan tahap awal 200 unit Mahindra telah tiba dan ditargetkan 1.000 unit masuk hingga akhir Februari 2026.
Impor ini ditujukan untuk mendukung distribusi logistik hasil pertanian dan kebutuhan operasional koperasi desa. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menjelaskan kebutuhan kendaraan penggerak empat roda untuk medan berat.
“Kenapa kita perlu 4x4? Karena memang kita perlu untuk digunakan di daerah-daerah yang kondisi lahannya memang sangat menantang. Dan hampir di semua baik di Jawa pun kalau untuk ke sawah-sawah, itu lahannya sangat menantang, sehingga kita perlu mobil 4x4,” ujar Joao ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (20/2).
Joao juga menyebut faktor harga menjadi pertimbangan utama. “Kami memesan dengan harga yang sangat kompetitif atau hampir 50 persen lebih murah dari kompetitornya. Dari sisi durability, power, dan fuel consumption, kendaraan ini sangat andal dan sangat bagus,” ujarnya.
“Kalau kita menggunakan e-katalog (pengadaan dalam negeri), itu cost-nya sudah kami hitung sekitar Rp121 triliun. Tetapi dengan kami menggunakan direct buying kepada perusahaan-perusahaan pabrik-pabrik langsung, kita bisa mengefisiensikan sekitar Rp43 triliun, itu hanya untuk sarana-prasarana,” tambah Joao.