Jakarta, FORTUNE — PT Astra International Tbk (ASII), melalui UMKM binaan mencatat potensi transaksi Rp104,9 miliar dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Nilai tersebut didominasi peluang ekspor sebesar Rp103,14 miliar, serta kerja sama dengan jaringan ritel domestik mencapai Rp1,76 miliar.
Potensi transaksi yang tercatat selama pameran pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang tersebut berasal dari 12 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dan 19 letter of intent (LoI).
Produk yang dijajaki mencakup komoditas pertanian, kopi, teh, kakao, hasil perikanan, gula aren, hingga produk olahan pangan dan minuman. Kesepakatan tersebut membuka peluang bagi UMKM binaan Astra untuk memperluas distribusi ke pasar internasional sekaligus memperkuat penetrasi di pasar domestik.
Sejumlah produk mencatatkan penjajakan ekspor ke negara tujuan yang berbeda. Kakao dari Desa Sejahtera Astra Sikka, Nusa Tenggara Timur, misalnya, yang berpotensi memasuki pasar Australia. Sementara itu, produk teri nasi dari Desa Sejahtera Astra Jepara dijajaki untuk pasar Jepang dan pinang dari Desa Sejahtera Astra Jambi untuk India.
Peluang ekspor lainnya meliputi biji kopi hijau (green bean) dari Desa Sejahtera Astra Cikoneng ke Inggris, ekstrak bunga telang dari UMKM Optima Global Harmoni binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra ke Korea Selatan, serta produk herba dan rempah dari Desa Sejahtera Astra Banyuwangi ke Pakistan.
Di pasar domestik, potensi kerja sama ritel mencakup gula aren berbentuk kubus mini dari Desa Sejahtera Astra Temon Agro Lestari. Adapun, UMKM Sekar Jawi binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra menjajaki kerja sama untuk produk minuman rempah.
Executive in Charge Astra, Boy Gemino Kalauserang mengatakan, partisipasi UMKM binaan dalam TEI merupakan upaya memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.
