BUSINESS

Meski Sama-sama Berwirausaha, Ini Perbedaan Pedagang dan Pengusaha

Perbedaan utama pedagang dan pengusaha ada pada pola pikir.

Meski Sama-sama Berwirausaha, Ini Perbedaan Pedagang dan Pengusahailustrasi pedagang UMKM (unsplash.com/Anton Luzhkovsky)
09 May 2023

Jakarta, FORTUNE – Setiap orang memiliki kesempatan membangun usaha atau bisnis sendiri. Meskipun sama-sama menjadi wirausahawan, rupanya ada hal yang membedakan pedagang dan pengusaha. Apakah itu? 

KBBI mendefinisikan pedagang sebagai orang yang mencari nafkah dengan berdagang. Dengan demikian, seorang pedagang menjual suatu barang dengan menginginkan akan mendapatkan untung demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Sementara, pengusaha adalah orang yang mengusahakan perdagangan, industri, dan sebagainya demi mengambil keuntungan dan tindakan yang tepat untuk memastikan kesuksesan.

Untuk memahami lebih lanjut, mengutip finansialku.com, berikut ini adalah perbedaan antara pedagang dan pengusaha.

Cara mendapatkan uang

Bagi seorang pedagang, pencarian uang akan dilakukan setiap hari dalam siklus yang berulang. Sementara, pengusaha melakukan pencarian uang, sambil memikirkan solusi untuk membangun aset yang dimiliki, supaya bisnis bisa berjalan berkelanjutan.

Jadi, bisa dikatakan bahwa seorang pedagang hanya memikirkan bisnis sampai pada mendapatkan keuntungan semata, sedangkan pengusaha melakukannya lebih dari itu. Biasanya, pengusaha ingin uang yang menghampiri mereka dalam sebuah sistem yang berjalan baik. Dengan demikian, dalam mendapatkan uang, pedagang akan fokus pada omzet harian, sedangkan pengusaha pada pengelolaan aset.

Sistem kerja

Bagi seorang pedagang, sistem bekerja yang diterapkan biasanya akan dilakukan sendiri dengan penuh kerja keras. Pedagang akan mendominasi, mulai dari pembelian bahan baku, pembuatan, hingga penjualan. Bahkan, dalam pengelolaan keuangan, pedagang juga melakukannya langsung di bawah pengawasannya.

Sementara bagi pengusaha, fokusnya akan merujuk pada sistem yang dilakukan. Pengusaha tak melakukan bisnisnya sendiri, namun mengembangkan tim yang bekerja secara terkoordinir dalam sebuah sistem matang.

Dengan demikian, saat sudah berjalan sempurna, pengusaha hanya tinggal memantau saja, sementara semua tim sudah bekerja dalam sistem yang terencana baik.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.