BUSINESS

Sandiaga Uno Sebut EIGER Jadi Contoh Jenama Lokal Ramah Lingkungan

Sekitar 14% produk EIGER gunakan material terbarukan.

Sandiaga Uno Sebut EIGER Jadi Contoh Jenama Lokal Ramah LingkunganMenteri Sandiaga Uno bersama Founder Eiger, Ronny Lukito, di Eiger Jalan Sumatera, Bandung. (dok. Eiger)
29 May 2023

Jakarta, FORTUNE – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut  produsen perlengkapan kegiatan luar ruangan, EIGER, bisa jadi contoh baik jenama lokal Indonesia yang ramah lingkungan dalam setiap lini bisnisnya.

“EIGER kan jelas, misinya memberkati, menjaga lingkungan. Bukan hanya perusahaan yang mencari keuntungan, tapi justru memastikan keberlanjutan,” ujar Menteri Sandiaga, saat berkunjung ke Toko EIGER, di Jalan Sumatera, Bandung, seperti dikutip dari Antaranews, Senin (29/5).

Pemanfaatan material ramah lingkungan yang dilakukan EIGER, menurut Menparekraf, sejalan dengan visi dan misi Kemenparekraf, yang menginginkan produk dalam negeri bisa berkualitas dan keberlanjutan.

Inspirasi bisnis

Menteri Sandiaga beserta anak, dan Founder Eiger, Ronny Lukito.
Menteri Sandiaga beserta anak, dan Founder Eiger, Ronny Lukito. (dok. Kemenparekraf)

Menurutnya, EIGER bisa jadi inspirasi bagi para pebisnis dan kalangan anak muda, yang mengimplementasikan ekosistem ramah lingkungan dalam setiap lini usahanya, termasuk model bisnis yang dijalankan.

Sandiaga mengapresiasi langkah keberlanjutan yang dilakukan oleh EIGER pada produk-produk yang dijual, seperti pakaian outdoor berbahan material daur ulang yang berasal dari produk lain–misalnya topi, tas, dan produk EIGER lainnya–yang sudah tidak terpakai atau mengalami kerusakan.

“Ini akan membuka lapangan usaha dan lapangan kerja. Total lapangan kerja yang terbangun ini mungkin sudah ribuan di bawah turunan brand EIGER,” katanya.

Material terbarukan

Kemeja dan tas Eiger hasil upcycling.
Kemeja dan tas Eiger hasil upcycling. (Fortuneidn/Bayu)

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.