Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Danantara Mulai Governance Reset, Perkuat Fundamental BUMN
VIsualisasi Danantara Indonesia
  • Danantara memulai governance reset untuk memperkuat fundamental keuangan BUMN melalui evaluasi menyeluruh atas kebijakan akuntansi, kualitas aset, dan sistem tata kelola yang lebih terintegrasi.
  • Langkah ini dijalankan lewat Danantara Asset Management dengan fokus pada normalisasi aset, penyelarasan laporan keuangan, serta penerapan praktik pengelolaan yang transparan dan prudent di seluruh portofolio.
  • Tujuannya meningkatkan kualitas laba, arus kas operasional, serta indikator kinerja seperti ROA dan ROE agar BUMN mampu menghasilkan dividen berkelanjutan bagi negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Danantara mulai menjalankan langkah governance reset atau penataan ulang tata kelola guna memperkuat fundamental keuangan perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam portofolionya.

Langkah ini dilakukan melalui entitas holding operasionalnya, Danantara Asset Management, yang tengah melakukan pengkajian menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan BUMN. Evaluasi tersebut mencakup kebijakan akuntansi, kualitas dan pencatatan aset, hingga penguatan sistem tata kelola serta manajemen risiko yang lebih terintegrasi.

Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, mengatakan bahwa governance reset merupakan bagian dari komitmen manajemen baru untuk memastikan pengelolaan BUMN berorientasi pada nilai ekonomi riil dan keberlanjutan jangka panjang.

“Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel,” ujar Rohan dalam keterangan resminya, Kamis (5/3).

Langkah penguatan tata kelola ini sebelumnya telah dimulai pada kelompok Perusahaan Karya dan secara bertahap akan diperluas ke sektor-sektor lain dalam portofolio BUMN.

Fokus utama dari inisiatif ini adalah normalisasi dan peningkatan kualitas aset, penyelarasan pencatatan laporan keuangan agar semakin akurat dan wajar, serta memastikan praktik pengelolaan yang transparan dan prudent.

Selain itu, Danantara juga menekankan penguatan fundamental keuangan perusahaan melalui peningkatan kualitas laba (earnings quality) dan arus kas operasional (operating cash flow), peningkatan EBITDA yang berkelanjutan, serta disiplin dalam belanja modal (capital expenditure). Struktur permodalan yang sehat dan pengelolaan likuiditas yang konservatif juga menjadi perhatian utama.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan berbagai indikator kinerja seperti return on assets(ROA), margin operasional, kemampuan pemenuhan kewajiban finansial, hingga return on equity(ROE).

Dengan demikian, BUMN diharapkan mampu menghasilkan arus kas yang konsisten serta meningkatkan kapasitas pembagian dividen kepada negara sebagai pemegang saham.

Ukuran keberhasilan ke depan tidak hanya dilihat dari besarnya angka dalam neraca, tetapi juga dari kualitas kinerja yang dihasilkan perusahaan.

“Fokus kami adalah membangun fundamental yang menghasilkan uang riil dan dividen berkelanjutan bagi negara,” imbuhnya.

Danantara menegaskan proses penguatan tata kelola ini dilakukan secara sistematis dan bertahap, dengan tetap menjaga stabilitas operasional serta kesinambungan bisnis seluruh portofolio BUMN sebagai bagian dari transformasi institusional jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Editorial Team