Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Danone Raup €27,3 M di 2025, Sarihusada Genjot Bisnis Nutrisi Anak
Ilustrasi konsumsi nutrisi anak/Dok. Sarihusada
  • Danone membukukan penjualan global €27,283 miliar pada 2025, tumbuh 4,5 persen secara like-for-like, dan menargetkan pertumbuhan 3-5 persen pada 2026.
  • Sarihusada memperkuat nutrisi anak lewat inovasi produk, edukasi, dan inisiatif sosial; perusahaan menyatakan telah menutrisi lebih dari 75 juta anak selama 72 tahun.
  • Sarihusada menggandeng Raja Susu yang memiliki lebih dari 174 cabang untuk memperluas akses produk dan edukasi, di tengah prevalensi stunting nasional 19,8 persen pada 2024.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Bisnis nutrisi menjadi salah satu penopang portofolio Danone secara global. Pada 2025, perusahaan membukukan penjualan €27,283 miliar, tumbuh 4,5 persen secara like-for-like. Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan volume dan bauran produk sebesar 2,7 persen, sementara kenaikan harga berkontribusi 1,8 persen. Untuk 2026, Danone menargetkan pertumbuhan penjualan like-for-like sebesar 3-5 persen.

Di Indonesia, bisnis tersebut salah satunya ditopang PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada). Memasuki usia 72 tahun, perusahaan memperkuat bisnis nutrisi anak melalui pengembangan produk, edukasi konsumen, dan perluasan akses distribusi. Sarihusada menjadi bagian dari segmen Specialized Nutrition Danone yang mencakup produk untuk kebutuhan nutrisi pada berbagai tahap kehidupan.

Agung Laksamana, General Secretary Director Danone Indonesia, mengatakan perjalanan Sarihusada selama lebih dari tujuh dekade turut mengikuti perubahan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia.

"Sejak didirikan pada tahun 1954, tujuan kami tetap sama, meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Selama lebih dari tujuh dekade, kami telah membantu menutrisi lebih dari 75 juta anak dan memotivasi kami untuk terus berinovasi," ujar Agung dalam keterangannya, Kamis (27/8).

Penguatan bisnis tersebut salah satunya dilakukan melalui pengembangan portofolio. Sarihusada menyebut inovasi produknya didukung ahli nutrisi dan berbagai studi klinis untuk menyesuaikan formulasi dengan kebutuhan anak pada setiap tahap pertumbuhan. Melalui SGM Eksplor, misalnya, perusahaan menyediakan formula khusus bagi anak yang tidak cocok dengan susu sapi.

Pengembangan produk berjalan di tengah kebutuhan pemenuhan gizi anak yang masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8 persen dari 21,5 persen pada 2023. Pemerintah menargetkan angka tersebut kembali ditekan menjadi 14,2 persen pada 2029.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap produk nutrisi sekaligus edukasi bagi orang tua masih terbuka. Sarihusada pun tidak hanya mengandalkan portofolio produk, tetapi turut menjalankan program edukasi dan inisiatif sosial yang menyasar keluarga Indonesia.

Pendekatan tersebut juga terlihat dalam peringatan ulang tahun ke-72 Sarihusada. Perusahaan menggandeng Raja Susu untuk menggelar edukasi nutrisi dan aktivitas keluarga secara serentak di 17 titik Jabodetabek, termasuk Raja Susu Flagship Store PIK pada 27 Agustus 2026.

Distribusi dan perluasan akses pasar

Selain produk, distribusi menjadi bagian dari strategi Sarihusada untuk memperluas jangkauan pasar. Perusahaan menggandeng Raja Susu, jaringan ritel nutrisi yang kini memiliki lebih dari 174 cabang di Indonesia. Kerja sama tersebut tidak hanya menjadi jalur akses produk, tetapi juga dimanfaatkan sebagai kanal interaksi dengan konsumen. Melalui jaringan ritel, edukasi mengenai kebutuhan gizi dapat disampaikan lebih dekat kepada keluarga.

Rizki Imam Ardhi, Sales Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, mengatakan kolaborasi dibutuhkan untuk memperluas akses keluarga terhadap produk sekaligus informasi nutrisi.

"Melalui rangkaian kegiatan yang diselenggarakan di 17 titik bersama Raja Susu, kami berharap semakin banyak keluarga yang memperoleh edukasi mengenai pentingnya nutrisi lengkap sejak dini, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan mencapai potensi terbaik mereka," katanya.

Bagi Raja Susu, perluasan jaringan juga menjadi bagian dari strategi menggarap pasar ritel nutrisi. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Raja Susu untuk mendampingi perjalanan keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan nutrisi di setiap tahap kehidupan

"Perusahaan kini telah memiliki lebih dari 174 cabang," ujar Yohanes David Setiawan, Owner Raja Susu.

Strategi Sarihusada di Indonesia berlangsung dalam skala bisnis Specialized Nutrition Danone yang lebih besar. Pada 2025, segmen tersebut membukukan penjualan €9,3 miliar atau sekitar 34 persen dari total penjualan Danone secara global. Danone juga menempatkan bisnis early life nutrition sebagai salah satu area utamanya. Perusahaan menyebut dirinya sebagai pemain nomor dua dunia dalam kategori tersebut.

Kawasan Asia, Timur Tengah, dan Afrika menjadi salah satu pasar penting bagi segmen Specialized Nutrition. Pada 2025, penjualan kategori tersebut di kawasan itu mencapai €4,4 miliar, tumbuh 5,6 persen secara like-for-like. Danone juga menyebut memiliki posisi kuat dalam produk nutrisi bayi di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kinerja bisnis Danone berlanjut pada 2026. Pada kuartal I/2026, penjualan mencapai €6,708 miliar, naik 2,7 persen secara like-for-like. Pertumbuhan Specialized Nutrition antara lain ditopang kinerja di Cina, sementara penjualan di Asia Pasifik tumbuh 6 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article