Comscore Tracker
BUSINESS

Program AKSI Perempuan Targetkan 5.000 Womenpreneur Naik Kelas

Upaya meningkatkan kepemimpinan perempuan dalam bisnis.

Program AKSI Perempuan Targetkan 5.000 Womenpreneur Naik Kelaskick-off program Akselerasi Bisnis (AKSI) Perempuan/Dok. Tjufoo

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Brand aggregator Tjufoo berkolaborasi dengan platform community, Stellar Women, menghadirkan program Akselerasi Bisnis (AKSI) Perempuan. Program ini menargetkan 5.000 womenpreneur Indonesia dan memberi peluang inkubasi bagi bisnis-bisnis yang dirintis perempuan Indonesia, serta peluang mendapat pendanaan hingga miliaran rupiah.

Co-Founder & Chief Executive Officer Tjufoo TJ Tham menyampaikan, meskipun kontribusi perempuan terhadap perekonomian nasional signifikan, perempuan masih membutuhkan dukungan untuk menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan bisnis. Untuk itu, Tjufoo dan Stellar Women menghadirkan AKSI Perempuan.

Berdasarkan hasil studi Smeru Research Institute, 82,3 persen UMKM milik perempuan mengeluhkan kekurangan modal sebagai hambatan di masa pandemi di tengah penjualan yang turun dan biaya produksi yang meningkat. Sementara itu, dua tantangan utama yang mereka hadapi adalah strategi bisnis yang perlu diubah (80,4 persen) dan operational cash flow yang terganggu (79,4 persen).

“Sebagai wujud kepedulian dan upaya mendorong kesetaraan peluang dan kesempatan bagi womenpreneur dalam memperkuat fundamental bisnis mereka, membentuk skalabilitas yang jelas untuk mengukur peluang pasar, menentukan tujuan untuk proses identifikasi merek mereka, dan juga merancang strategi bisnis yang kuat untuk menjawab berbagai tantangan,” katanya dalam kick off program AKSI Perempuan, Kamis (22/9).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Angela Tanoesoedibjo, dalam sambutannya menegaskan peran perempuan yang sangat penting bagi perkembangan ekonomi nasional. 

“Lebih dari 64 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan dengan proyeksi kontribusi senilai US$135 miliar pada tahun 2025. Sangat besar, namun masih banyak tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha perempuan, khususnya dari akses permodalan," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan hanya 2,3 persen startup yang dipimpin oleh perempuan yang mendapatkan pendanaan. Oleh karenanya, sudah tepat sekali langkah program AKSI Perempuan pada hari ini, yang menunjukkan keberpihakan terhadap perempuan dengan peningkatan kapasitas dan kualitas. 

Membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Siti Azizah, menekankan pentingnya menciptakan wirausaha-wirausaha baru yang inovatif dan berkelanjutan yang pada akhirnya dapat membuka lapangan kerja. 

Apalagi dari 64,2 juta UMKM, sekitar 99 persen adalah pengusaha mikro yang memberikan kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) sebesar 61,07 persen, terhadap investasi sebesar 60,4 persen, dan terhadap ekspor sebesar 14,3 persen..

"Untuk itu AKSI perempuan diharapkan dapat membangun motivasi wirausaha perempuan, berupa aksi untuk berinovasi, berkreativitas, serta berkolaborasi dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usahanya. Sehingga, tentunya diharapkan para pengusaha wanita ini mampu berkontribusi terhadap perekonomian nasional," tutur Siti.

Sementara itu, Founder Stellar Women Samira Shihab menjelaskan, AKSI Perempuan menyasar para womenpreneur untuk memimpin bisnis mereka ke level selanjutnya.

“Kami berharap program ini dapat lebih mengembangkan kewirausahaan perempuan yang membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menginspirasi banyak perempuan lainnya untuk mengambil langkah berani dalam dunia bisnis,” kata Samira.

Tahap pertama program inkubasi bisnis AKSI Perempuan dimulai dengan kegiatan bootcamp yang diselenggarakan pada 1-2 Oktober 2022 untuk seluruh bisnis yang mendaftar. Selanjutnya, 10 bisnis dengan potensi terbaik akan mendapat panduan lebih komprehensif selama proses inkubasi serta kesempatan pendanaan dengan total miliaran rupiah.

Related Articles