BUSINESS

Perluas Bisnis Non-BBM, Elnusa Rambah Bisnis Pengelolaan Petrokimia

Diversifikasi dilakukan anak usahanya, PT Elnusa Petrofin.

Perluas Bisnis Non-BBM, Elnusa Rambah Bisnis Pengelolaan PetrokimiaIlustrasi: aktivitas yang dilakukan oleh pegawai Elnusa.

by Ekarina

19 October 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – PT Elnusa Tbk (ELSA), anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan diversifikasi bisnis pengelolaan petrokimia. Ini merupakan strategi perseroan mendukung transisi energi yang tengah menjadi program dan kebijakan pemerintah. 

Direktur Utama Elnusa, John Hisar Simamora mengatakan dunia mulai bergerak ke masa transisi energi, sehingga semua energi terbarukan yang ramah lingkungan mulai digunakan. Perseroan ingin bagian dari penggerak transisi energi dengan pengembangan bisnis melalui Go Live penyaluran perdana produk Paraxylene dengan skema Truck Loading pada akhir September 2023.

Diversifikasi bisnis ini dilakukan melalui pengembangan bisnis anak usaha Elnusa yakni PT Elnusa Petrofin (EPN) yang sebelumnya mengelola proyek dengan skema bisnis Vendor Held Stock (VHS). EPN juga melakukan handling stock untuk penyaluran Paraxylene melalui direct pipeline ke konsumen pada 2022. 

"Pada September 2023, EPN melakukan ekspansi bisnis bersama dengan PT Pertamina Petrochemical Trading (PPT) terkait skema penyaluran baru menggunakan mobil tanki,”katanya dalam keterangan dilansir dari laman BEI, Kamis (19/10).

Lini bisnis Non-BBM

Paraxylene merupakan bahan baku utama untuk memproduksi PTA (Purified Terephtalic Acid) dan Polyethylene Terephthalate (PET) yang dihasilkan dari kilang petrokimia. PTA merupakan komponen penting dalam industri tekstil, sementara PET kerap jadi bahan baku kemasan makanan dan minuman. Produk Paraxylene dalam proyek ini akan disupply dari Refinery Unit (RU) IV Cilacap dan TPPI Tuban.

Sebelumnya, PPT juga telah menyampaikan rencananya untuk memperluas pengembangan jaringan pemasaran produk petrokimia, sejalan dengan meningkatnya truput/ volume jasa di EPN.

Adapun Proyek ini juga menjadi sarana kolaborasi yang kuat dengan para stakeholders, termasuk PPT sebagai Product Owner. Saat ini, Elnusa memiliki tiga kompetensi inti pada jasa hulu, jasa distribusi dan logistik energi serta jasa penunjang.

"Pada jasa distribusi dan logistik energi inilah terus kami kembangkan dari yang sebelumnya hanya berfokus pada pengelolaan BBM, kini terus bergerak masuk ke dalam distribusi dan pengelolaan Non-BBM Petrokimia.," ujar John. 

Sejak 2022, perseroan menyalurkan secara total 283.620 MT Paraxylene dan akan terus berpotensi mengalami peningkatan volume.  Ke depan Elnusa juga akanmeningkatkan kapasitasnya pada jasa distribus dan logistik energi melalui pengelolaan produk Non-BBM lainnya seperti pengelolaan granular sulfur juga bijih plastic serta pengembangan bisnis pada sektor energi baru terbarukan dan Electric Vehicle Ecosystem.

Hal ini tak  hanya mengikuti tren, tapi juga menangkap potensi bisnis ke depan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.