BUSINESS

Produsen Inaco Gandeng Schneider Electric Perkuat Digitalisasi Pabrik

Sistem ini akan mengurangi biaya perawatan 20% per tahun

Produsen Inaco Gandeng Schneider Electric Perkuat Digitalisasi PabrikSeorang pekerja sedang mengoperasikan teknologi augmented reality, salah satu teknologi yang diimplementasikan pada tahap awal digitalisasi Pabrik Pusat PT Niramas Utama di Bekasi. (Dok. Schneider Electric Indonesia)

by Ekarina

31 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - PT Niramas Utama, produsen makanan minuman dengan merek INACO memperkuat transformasi digital di pabrik perseroan di Bekasi, Jawa Barat. Niramas bersama perusahaan manajemen energi dan otomatisasi Schneider Electric dan PT JETEC Indonesia, meluncurkan “Go Live” sistem manajemen informasi produksi dan monitoring energi.

Presiden Direktur Niramas Utama, Adhi S.Lukman mengatakan, pabrik INACO di Bekasi ini akan menjadi proyek pertama Digitalisasi sistem manajemen informasi produksi dan monitoring energi. Hal ini juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam penerapan revolusi Industri 4.0 secara bertahap.

Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, optimalisasi proses bisnis, pengembangan kompetensi SDM, dan juga pemenuhan tanggung jawab perusahaan terhadap penghematan energi dan pengurangan emisi karbon untuk mendukung tercapainya target SDGs. 

“Kami percaya bahwa pencapaian target NZE Indonesia merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan swasta, lintas sektor dan menjangkau seluruh skala bisnis termasuk industri kecil dan menengah," katanya di Bekasi, Rabu (31/1).

Investasi penerapan Teknologi ini, pada tahap awal menurutnya sekitar Rp4 miliar. Tak hanya di pabrik Bekasi, perusahaan juga membuka kemungkinan untuk menerapkan sistem serupa di wilayah operasional pabriknya yang  lain di Indonesia. 

Strategi ini merupakan langkah awal roadmap digitalisasi yang ingin dicapai perusahaan hingga 2026 dan menjadi salah satu green industy (industri hijau) ke depan. 

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengatakan Kemenperin memiliki target untuk dapat mencapai NZE di sektor industri 10 tahun lebih cepat dari target nasional.

Ada empat strategi yang akan menjadi pondasi yaitu transisi ke energi baru terbarukan, manajemen dan efisiensi energi, strategi elektrifikasi dalam proses produksi, serta pemanfaatan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS). "Industri makanan dan minuman merupakan salah satu industri yang diharapkan berperan aktif dalam mencapai NZE," katanya.

Ia berharap ada lebih banyak lagi inisiatif yang dilakukan pelaku industri, agar daya saing sektor industri dalam negeri semakin meningkat di tingkat global. 

Niramas Utama saat ini memiliki empat pabrik yang berlokasi di Sukabumi, Bekasi, Pontianak dan Pandanaan, Jawa Timur. Adapun, pada pabrik pusat INACO di Bekasi memproduksi berbagai produk seperti jelly, RTD, Nata De Coco, dan pudding.

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar ini dilengkapi sejumlah fasilitas seperti Penelitian dan Pengembangan (R&D), Pergudangan, Perkantoran serta Administrasi, demo aplikasi produk dan sebagainya.

Solusi digital dan penghematan

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Roberto Rossi menuturkan  banyak dari Industri Kecil Menengah (IKM) saat ini menghadapi tantangan dalam operasionalnya, seperti belum adanya visibilitas menyeluruh dan integrasi data terhadap manajemen sumber daya (energi, air, gas) dan aset yang dapat diperoleh secara cepat, akurat dan real time. Hal ini karena proses pencatatan dan pengumpulan data yang masih manual. 

“Selain itu pola pikir dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi juga membutuhkan atensi khusus,” kata Roberto Rossi.

Schneider Electric memiliki visi menjadi mitra digital bagi pelaku industri. Tak hanya sebagai penyedia teknologi, kami ingin menjadi mitra strategis yang mendampingi pelaku industri dalam setiap tahapan transformasinya. 

“Selain teknologi, kami memberikan pendampingan melalui pelatihan, workshop, forum-forum diskusi di tiap level manajemen baik untuk manajemen lini pertama, menengah hingga manajemen puncak,” katanya. 

Schneider memiliki tim konsultan yang akan memetakan kebutuhan transformasi, target hingga detil rencana aksi untuk memastikan transformasi yang dilakukan memberikan keuntungan bisnis dan keberpihakan pada lingkungan.

Adapun, solusi EcoStruxure for Industry yang diimplementasikan di  pabrik Niramas Utama pada tahap awal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi biaya perawatan aset hingga 20 persen per tahun.

Selain itu, solusi ini 99 persen dapat meningkatkan efisiensi waktu pengumpulan data, mengurangi potensi produk gagal hingga 10 persen, dengan tingkat pengembalian investasi (Return of Investment/ROI) dalam kurun waktu 2 tahun. 

Teknologi digital yang digunakan

Rossi menuturkan, pada solusi EcoStruxure for Industry yang diterapkan di pabrik Niramas di Bekasi pada tahap awal ini mencakup:

• AVEVA System Platform

IoT line monitoring & system alert berbasis perangkat lunak (software) yang dapat memberikan visualisasi menyeluruh terhadap operasional mulai dari bahan baku dan sumber daya hingga proses barang jadi di seluruh perusahaan secara real time. 

Solusi ini akan melakukan  pengintegrasian sistem aset meski dari berbagai merek sehingga dapat menekan biaya investasi dan implementasi yang lebih cepat.

• EcoStruxure Power Monitoring Expert
Sistem otomasi monitoring energi ini dapat memberikan wawasan terkait kesehatan sistem kelistrikan dan efisiensi energi untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam upaya peningkatan kinerja.

• Teknologi Augmented Reality
Sistem ini digunakan untuk diagnosa performa mesin secara virtual dan real time melalui tablet android atau ipad tanpa harus membuka komponen mesin secara manual, mengetahui potensi masalah pada mesin sebelumnya, meminimalisir risiko operasional, meningkatkan efisiensi dan biaya yang lebih rendah dalam perawatan aset.