SKK Migas Ungkap Proyek Fasilitas LPG, 2 Bakal Onstream Bulan Ini

- SKK Migas mengumumkan lima proyek pabrik LPG baru, dengan dua fasilitas di Cilamaya dan Tuban siap beroperasi bulan ini.
- Pabrik LPG Cilamaya memiliki kapasitas 163 MT/D dan kondensat 1.891 BOPD, sementara Tuban mencapai 30 MT/D dengan kondensat 348 BOPD.
- Tiga proyek lain—Jambi Merang, Senoro, dan pengembangan Jawa Timur—ditargetkan beroperasi antara 2025 hingga 2027 untuk memperkuat produksi nasional.
Jakarta, FORTUNE - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan menargetman lima pabrik Liquefied Petroleum Gas (LPG) beroperasi pada 2026–2027.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan dua dari fasilitas tersebut bahkan siap onstream pada bulan ini yakni LPG Plant di Cilamaya (PT Energi Nusantara Perkasa) dan LPG Plant Tuban (PT Sumber Aneka Gas).
Pabrik LPG Plant Cilamaya diperkirakan mampu memproduksi produksi 163 metrik ton per hari (MT/D) dengan kondesat 1.891 Barrels of Oil Per Day (BOPD). Progres pembangunan fasilitas ini sudah mencapai 92,9 persen, yang mana sudah dilakukan testing untuk fasilitas feed gas line, lean gas line, dan flare sistem. Sementara statusnya saat ini menyelesaikan instalasi di area proses LPG, jalur pipa produk dan terminal unloading LPG Kondensat.
Kemudian, LPG Plant Tuban (PT Sumber Aneka Gas) diproyeksikan produksinya mencapai 30 MT/D dengan kondesat 348 BOPD. Adapun, status fasilitasnya saat ini sedang melakukan commissioning fasilitas.
"Insyaallah di bulan April ini kita akan meresmikan pabrik-pabrik LPG ini. Untuk yang bulan April kira-kira (total kapasitas dua pabrik) sekitar 200 metrik ton bisa diresmikan," ungkap Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR-RI, Rabu (8/4).
SKK Migas juga mengungkapkan tiga proyek fasilitas lain, yakni LPG Plant Jambi Merang dengan kapasitas produksi sekitar 320 MT/D dan kondensat sekitar 3.712 BOPD yang direncanakan onstream pada kuartal II 2027. Adapun, saat ini progress proyek tersebut sudah menunjuk pemenang yakni PT WIN, dan tengah dalam proses evaluasi akuisisi kilang eksisting.
Selanjutnya, proyek LPG Plant Senoro dijadwalkan mulai konstruksi dalam waktu dekat dengan kapasitas sekitar 54 MT/day dengan konsedat sekitar 626 BOPD. SKK Migas sendiri menargetkan fasilitas ini beroperasi pada 2027.
Selain itu, peningkatan kapasitas juga akan dilakukan melalui pengembangan tambahan fasilitas LPG di Jawa Timur sebesar 50 metrik ton per hari dengan konsendat 580 BOPD. Fasilitas ini ditargetkan beroperasi pada tahun depan. Sementara itu progres saat ini masih dalam tahap skema dan proses komersialisasi.

















