Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggarkan Rp15 M, FORE Kopi Segera Operasikan Pabrik Donat Tahun Ini
ilustrasi croissant dan varian kopi Fore (instagram.com/fore.coffee)
  • Fore Kopi menyiapkan pabrik adonan beku donat di Taman Tekno BSD, Tangerang, dengan belanja modal sekitar Rp15 miliar dari dana IPO dan target operasi Agustus atau awal September.
  • Pabrik akan menggantikan produksi donat manual di gerai, memungkinkan distribusi frozen dough ke luar kota serta mendukung ekspansi yang lebih cepat dan efisien tanpa fasilitas produksi di tiap lokasi.
  • Fore menargetkan penambahan sekitar 100 gerai kopi-donat per tahun hingga 2029; jaringan saat ini mencapai 377 gerai di lebih dari 60 kota, sementara donat menyumbang sekitar 5% pendapatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FOTUNE - PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) akan segera membuka pabrik pengolahan adonan (dough) dalam waktu dekat di kawasan Taman Tekno, BSD, Tangerang. Fasilitas tersebut diperkirakan menelan belanja modal sekitar Rp15 miliar yang bersumber dari perolehan dana IPO.

Director of Strategy and Corporate Development Fore Kopi, M. Fahmi Rachmattulah, pembangunan pabrik menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat lini bisnis donat. Melalui fasilitas tersebut, Fore akan memproduksi adonan beku (frozen dough) yang dapat didistribusikan ke gerai-gerai di luar kota.

"Harapannya, Agustus atau September awal tahun ini (beroperasi)," ujar dia Fahmi pada pertemuan dengan wartawan, Selasa (5/8).

Menurut Fahmi, saat ini seluruh proses pembuatan donat masih dilakukan secara manual di masing-masing gerai. Lantas dengan adanya pabrik donat, tiap gerai tidak perlu mengolahnya sendiri.

Langkah tersebut menurutnya mendorong ekspansi lebih cepat dan efisien secara anggaran karena tidak harus membangun fasilitas produksi di setiap titik lokasi. Untuk bahan-bahan pembuatan donat, Fahmi menyebut bahan utamanya adalah labu yang dipasok dari dalam negeri.

Selain memperkuat infrastruktur produksi, Fore menargetkan penambahan sekitar 100 gerai gabungan kopi dan donat setiap tahun hingga 2029 sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis. Fahmi mengatakan, ekspansi tersebut akan diikuti kebutuhan belanja modal yang cukup besar.

"Rata-rata per outlet sekitar Rp2,5 miliar capex-nya," ujarnya.

Apabila terdapat 100 gerai, maka membutuhkan investasi sekitar Rp250 miliar.

Saat ini, lini bisnis donat masih menyumbang sekitar lima persen terhadap total pendapatan Fore Group karena perusahaan masih berada pada tahap membangun infrastruktur produksi.

Adapun, total gerai aktif di bawah Fore Coffee Indonesia mencapai 363, meningkat dari 259 pada paruh pertama 2025.

Sementara itu, Fore Donut tercatat sebanyak 10 gerai aktif dan 4 gerai aktif Fore Coffee Singapura. Jaringa FORE secara keseluruhan kini mencakup 377 gerai di lebih dari 60 kota.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article