Jakarta, FORTUNE — Emiten produsen seafood dan makanan olahan, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) mengalami kebakaran pada salah satu gudang perseroan di Kawasan Industri Millennium, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (17/9).
Dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mengungkapkan kronologi kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di gudang yang berlokasi di Jalan Millennium Raya Blok L1 No. 1, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
Manajemen mengatakan, perusahaan telah melakukan penanganan awal, termasuk mengevakuasi karyawan serta berkoordinasi dengan pihak dan instansi terkait.
“Perseroan memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” kata direksi Sekar Bumi dalam keterangannya dikutip Jumat (18/9).
Terdapat area atau bagian yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Saat ini, perseroan sedang melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap kondisi fasilitas serta dampak kejadian terhadap kegiatan produksi dan operasional perseroan.
Meski terdapat kerusakan fasilitas, Sekar Bumi menyatakan kejadian tersebut tidak mempengaruhi operasional perseroan.
“Kejadian tersebut tidak memberhentikan kegiatan operasional perseroan,” ujar direksi perseroan.
Sementara itu, hingga tanggal keterbukaan informasi, kejadian tersebut belum berdampak material terhadap kegiatan hukum perseroan. Sekar Bumi menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang dan menyampaikan informasi lanjutan apabila terdapat perkembangan material.
Dampak kebakaran terhadap kondisi keuangan dan keberlangsungan usaha juga masih dalam proses evaluasi internal. Perseroan belum menyampaikan estimasi nilai kerusakan maupun potensi dampak finansial dari kejadian tersebut.
Sekar Bumi merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengolahan hasil perikanan laut dan darat serta peternakan, termasuk penyertaan pada usaha sejenis dan usaha pendukung mencakup beberapa mereknya seperti Bumifood dan Finna. Hingga kini, produk perseroan telah dipasarkan di dalam negeri dan ekspor ke lebih dari 20 negara.
Hingga semester I 2026, SKBM mencatat pendapatan bersih Rp1,74 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,30 triliun. Seiring dengan naiknya pendapatan, laba bersih perseroan pun tumbuh menjadi Rp86 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp21 miliar.
