Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Indosat Raih Laba Bersih Rp4,3 T di Semester-I 2026, Naik 84,5%
Indosat Ooredo Hutchison. (dok. Indosat)
  • Indosat membukukan laba bersih Rp4,3 triliun pada semester I-2026, naik 84,5% secara tahunan, seiring pendapatan konsolidasian meningkat 13,1% menjadi Rp30,6 triliun.
  • Bisnis seluler menjadi penyumbang pendapatan terbesar Rp25,5 triliun, didukung ARPU naik 17,3% menjadi Rp46.000, 93 juta pelanggan, serta trafik data tumbuh 19,9%.
  • Indosat memperluas 214.000 BTS 4G, bermitra dengan Arsari Group dan Nokia untuk infrastruktur serta 5G, dan merealisasikan belanja modal Rp9,5 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan laba bersih senilai Rp4,3 triliun pada semester-I 2026, melonjak 84,5 persen (YoY) dari periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan laba itu didukung oleh pendapatan konsolidasian yang bertumbuh 13,1 persen (YoY) dari Rp27,1 triliun menjadi Rp30,6 triliun. EBITDA perseroan juga naik 13,6 persen (YoY) menjadi Rp14,6 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 47,6 persen.

Berdasarkan segmen, pendapatan terbesar ISAT pada semester-I 2026 masih berasal dari bisnis seluler, yang membukukan pendapatan Rp25,5 triliun. Angka itu meningkat 12,2 persen (YoY) karena pertumbuhan data dan jasa nilai tambah yang diimbangu penurunan telepon, SMS, dan interkoneksi.

Kemudian, segmen MIDI meraih pendapatan Rp4,7 triliun, naik 18,5 persen (YoY) akrena kenaikan layanan IT, konektivitas tetap, dan internet tetap. Sementara itu, segmen telekomunikasi tetap mencetak pendapatan Rp431,9 miliar, naik 8,4 persen (YoY) berkat perutmbuhan pendapatan telepon internasional.

Pertumbuhan kinerja itu didukung oleh pertumbuhan ARPU (Average Revenue per User) sebesar 17,3 persen (YoY) menjadi Rp46.000, sedangkan basis pelanggan selulernya mencapai 93 juta. Selain itu, perseroan juga memperluas infrastruktur jaringan dengan meningkatkan jumlah BTS 4G menjadi 214.000 untuk mengakomodasi kenaikan trafik data sebesar 19,9 persen (YoY).

Pada 2026, Indosat dan Arsari Group juga membentuk kemitraan strategis melalui PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Tujuannya, memperkuat tulang punggung infrastruktur digital nasional sekaligus mendukung percepatan transformasi digital Indonesia.

Indosat juga bermitra dengan Nokia dalam memodernisasi jaringan seluler Indosat secara nasional, melalui implementasi 5G Radio Access Network (RAN). Nokia akan mendukung penerapan 5G di pita frekuensi rendah dan menengah.

Sepanjang semester-I 2026, ISAT telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp9,5 triliun, yang tidak termasuk Rp6,6 triliun aset hak guna. Sekitar 57,1 persen dialokasikan untuk bisnis selular demi mendukung permintaan layanan data. Sementara sisanya ditujukan pada pengeluaran modal untuk segmen MIDI dan telekomunikasi tetap.

Curated For You

Editorial Team

Related Article