Hingga September 2026, kredit BNI mencapai Rp992,51 triliun. Nilai tersebut meningkat 10,34 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp899,53 triliun. Sementara itu, dalam perbandingan tahunan yang disampaikan perseroan, pertumbuhan kredit tercatat 22,2 persen.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan ekspansi kredit dilakukan secara selektif dengan standar analisis kelayakan debitur yang disiplin. Strategi tersebut mendorong pangsa pasar kredit perseroan meningkat 113 basis poin menjadi 10,6 persen secara tahunan.
"Pertumbuhan kredit yang selektif dan penguatan dana murah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan profitabilitas. Kami terus mengoptimalkan struktur pendanaan agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan," papar Paolo.
Pada saat yang sama, dana murah atau current account savings account (CASA) tumbuh 19,6 persen YoY menjadi Rp733,7 triliun. Giro meningkat 25,9 persen, melampaui pertumbuhan industri sebesar 9,8 persen berdasarkan data Agustus 2026.
Pangsa pasar giro BNI naik 120 basis poin menjadi 13,2 persen. Sementara itu, pangsa pasar tabungan meningkat 10 basis poin menjadi 9,2 persen.