Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Booth GT Radial (Gajah Tunggal)
  • Gajah Tunggal membukukan laba bersih Rp965 miliar sepanjang sembilan bulan 2026, naik 22,2 persen secara tahunan, didorong perbaikan operasional, penurunan beban keuangan, dan keuntungan selisih kurs.

  • Penjualan bersih meningkat 9,1 persen menjadi Rp14,32 triliun, dengan pertumbuhan pasar domestik mengimbangi penurunan ekspor.

  • Laba bruto naik menjadi Rp2,64 triliun dan EBITDA mencapai Rp1,96 triliun, meski margin bruto turun ke 18,4 persen akibat kenaikan harga bahan baku.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencetak laba bersih senilai Rp965 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perolehan ini naik 22,2 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan pencapaian Rp790 miliar pada periode sama 2025.

Manajemen GJTL menyatakan pertumbuhan kinerja ini berasal dari perbaikan operasional serta penyusutan beban keuangan. Keuntungan selisih kurs turut mendongkrak laba perseroan jika dibandingkan dengan periode 2025.

Kenaikan laba tersebut sejalan dengan realisasi pendapatan. Emiten manufaktur dan distribusi ban ini membukukan penjualan bersih Rp14,32 triliun, tumbuh 9,1 persen (YoY) dari sebelumnya Rp13,12 triliun.

"Peningkatan penjualan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan yang kuat di pasar domestik, yang berhasil mengimbangi penurunan penjualan pasar ekspor selama periode berjalan," demikian manajemen GJTL dalam keterangan resmi perseroan, Jumat (6/11).

Berdasarkan laporan keuangan per akhir September 2026, komposisi penjualan perusahaan mengalami pergeseran. Penjualan kepada pihak berelasi lokal naik dari Rp320,46 miliar menjadi Rp3,14 triliun. Penjualan pihak berelasi ekspor juga bertambah dari Rp1,35 triliun menjadi Rp1,77 triliun.

Sebaliknya, penjualan ke pihak ketiga mencatatkan penurunan. Penjualan pihak ketiga lokal merosot dari Rp10,21 triliun menjadi Rp8,62 triliun. Penjualan pihak ketiga ekspor juga susut dari Rp1,5 triliun menjadi Rp1,04 triliun.

Dari sisi profitabilitas, GJTL mengantongi laba bruto Rp2,64 triliun pada Januari-September 2026. Perolehan ini meningkat dibandingkan Rp2,49 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Kendati demikian, margin laba bruto perusahaan turun dari 19 persen menjadi 18,4 persen. Kenaikan harga bahan baku sejak kuartal II-2026 menjadi penyebab penyusutan margin tersebut.

Di sisi lain, pendapatan tumbuh melampaui laju beban operasional. Kondisi ini mendorong pertumbuhan EBITDA perusahaan dari Rp1,78 triliun (US$109,3 juta) pada sembilan bulan awal 2025 menjadi Rp1,96 triliun (US$113,6 juta) pada sembilan bulan awal 2026.

Di lantai bursa, harga saham GJTL ditutup menguat pada akhir pekan. Saham perseroan naik 0,46 persen ke level Rp1.085 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat sore.

Curated For You

Editorial Team

Related Article