Laba Kuartal III Bank Sampoerna Naik 121 Persen, Ini Penopangnya

- Bank Sampoerna membukukan laba bersih Rp23,76 miliar pada kuartal III-2026, melonjak 121 persen secara tahunan, didorong penyaluran kredit dan pertumbuhan transaksi digital.
- Total pinjaman mencapai Rp9,98 triliun hingga September 2026, dengan Rp5,69 triliun mengalir ke UMKM; rasio kredit bermasalah gross turun menjadi 2,87 persen.
- Ekosistem BaaS mencatat 245 juta transaksi dan pendapatan Rp150,47 miliar; CAR naik menjadi 31,31 persen, sementara LDR tercatat 88,82 persen.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) membukukan laba bersih Rp23,76 miliar pada kuartal III-2026 atau setara dengan pertumbuhan 121 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp10,71 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
CEO Bank Sahabat Sampoerna, Ali Yong, menyebut kinerja ini bersumber dari penyaluran kredit serta pertumbuhan transaksi digital perusahaan.
Hingga akhir September 2026, Bank Sampoerna menyalurkan total pinjaman Rp9,98 triliun. Dari portofolio tersebut, porsi 57 persen atau Rp5,69 triliun mengalir kepada pelaku UMKM secara langsung maupun tidak langsung.
Penyaluran pinjaman ini beriringan dengan posisi rasio kredit bermasalah (NPL) gross pada level 2,87 persen pada kuartal III-2026, menyusut dari 4,12 persen pada periode sama tahun lalu.
Dalam ekosistem digital berbasis Banking as a Service (BaaS), perusahaan tersebut merekam 245 juta transaksi hingga September 2026, bertambah 140,2 persen dari periode sebelumnya yang merekam 102 juta transaksi.
Model BaaS ini menyumbang pendapatan Rp150,47 miliar alias tumbuh 398,62 persen (YoY). Layanan digital yang diakses masyarakat mencakup virtual account, pembayaran QRIS, serta transfer dana host-to-host.
“Kami juga terus membuka diri untuk kerja sama yang lebih luas dengan mitra strategis baru untuk memperluas jangkauan layanan digital hingga ke pelosok Tanah Air,” kata Ali melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/11).
Ali memproyeksikan layanan BaaS akan menjadi penopang pendapatan bank tersebut ke depan di tengah dinamika ekonomi domestik dan global.
Dalam memitigasi risiko industri perbankan, Bank Sampoerna menjaga rasio kecukupan modal (CAR) pada level 31,31 persen, naik dari 29,05 persen pada September 2025. Penghimpunan dana murah (CASA) dari giro dan tabungan terakumulasi pada Rp2,24 triliun.
Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra, memaparkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) tercatat 88,82 persen. Posisi likuiditas ini memfasilitasi perusahaan dalam menyerap permintaan kredit UMKM ke depan.
“Pencapaian ini menjadi landasan kuat bagi Bank Sahabat Sampoerna untuk tumbuh berkelanjutan dan melanjutkan komitmen mendukung pertumbuhan UMKM,” kata Henky.





















