Comscore Tracker
BUSINESS

Mengenal Biaya Eksplisit dan Implisit dalam Bisnis: Arti dan Jenis

Biaya eksplisit lebih pasti ketimbang implisit.

Mengenal Biaya Eksplisit dan Implisit dalam Bisnis: Arti dan JenisIlustrasi laporan keuangan. (Pixabay/Tumisu)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Biaya eksplisit dan biaya implisit merupakan jenis komponen pengeluaran yang dibayarkan oleh bisnis atau perusahaan. Keduanya memiliki perbedaan dari segi pengertian dan jenis-jenisnya.  

Dalam menjalankan bisnisnya, setiap perusahaan pasti memerlukan biaya untuk menunjang kegiatan produksi maupun operasionalnya. Nah, biaya tersebut bisa terbagi atas biaya eksplisit dan implisit.

Menurut laman jurnal entrepreneur, explicit cost adalah jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses produksi maupun operasional. Jenis biaya ini bisa disebut juga dengan biaya nyata karena berhubungan langsung dengan pelbagai pengeluaran dalam proses produksi. Contohnya adalah biaya tenaga kerja, persediaan, sewa, utilitas, hipotek, produksi, serta mesin produksi perusahaan.

Sementara, implicit cost adalah biaya atau pengeluaran tidak terduga yang tidak tercatat dalam catatan keuangan atau kas perusahaan. Itu disebut juga dengan biaya tidak terlihat lantaran tidak dikeluarkan dalam bentuk kas.

Selain itu, biaya ini juga dapat berupa biaya peluang yang dimanfaatkan dalam sumber daya internal suatu perusahaan. Beberapa contoh biaya tersebut, antara lain penyusutan harga properti perusahaan, penyusutan alat/mesin, hingga penghematan dan pengeluaran yang tidak melibatkan transaksi keuangan.

Sederhananya, biaya eksplisit adalah biaya wajib yang dikeluarkan oleh perusahaan, sedangkan biaya implisit adalah biaya yang tidak wajib ditebus oleh bisnis, sebagaimana dilansir dari laman Sampoerna University.

Perbedaan biaya implisit dan eksplisit

Biaya eksplisit dan biaya implisit ini tentu memiliki sejumlah perbedaan. Dalam hal keuangan, misalnya, biaya eksplisit dapat menentukan nilai laba rugi. Dengan demikian, itu menentukan kemampuan profitabilitas perusahaan.

Sementara, biaya implisit tidak ditampilkan di laporan keuangan. Kalaupun dilaporkan, umumnya biaya tersebut dipisah pencatatannya.

Berikut sejumlah perbedaan biaya eksplisit dan implisit, seperti dilansir dari laman Sampoerna University dan jurnal.id.

  • Bentuk

Biaya eksplisit berwujud materi atau memiliki nilai yang bisa diukur dengan uang. Dengan begitu, explicit cost ini bisa dihitung dengan jelas.

Sementara, biaya implisit tidak berwujud materi atau hanya berupa perkiraan. Hal ini membuatnya lebih sulit untuk dikalkulasikan.

  • Kejadian

Biaya eksplisit terjadi secara aktual sepanjang terjadi transaksi pembayaran. Sebaliknya, biaya implisit hanya berupa implikasi dari suatu kejadian, bukan suatu biaya yang benar-benar dikeluarkan karena proses pembayaran.

  • Sifat

Biaya eksplisit bersifat objektif karena menunjukkan nilai yang jelas berdasarkan catatan transaksi perusahaan. Sebaliknya, biaya implisit bersifat subjektif karena hanya berupa estimasi atau perkiraan.

Hal itu lantas menjadi alasan menghitung biaya eksplisit yang lebih mudah ketimbang biaya implisit.

  • Pencatatan Laporan

Dalam konteks pencatatan keuangan perusahaan, biaya eksplisit wajib dicatat agar bisa dibuktikan. Sedangkan, biaya implisit cenderung tidak tercatat dalam laporan keuangan lantaran sifatnya yang tidak terduga.

  • Fungsi

Biaya eksplisit berfungsi untuk menentukan biaya produksi dan penghitungan keuntungan.

Sedangkan, biaya implisit cenderung tidak menentukan keuntungan perusahaan, tetapi mendukung jalannya proses produksi.

Dalam proses bisnis, biaya implisit bahkan bisa mengurangi keuntungan perusahaan karena sifatnya yang tidak terduga.

  • Kepastian

Secara keseluruhan, perbedaan biaya eksplisit dan implisit ini terletak pada kepastiannya. Sebagaimana disebut di awal, biaya eksplisit sudah pasti dikeluarkan untuk menunjang proses produksi atau operasional.  

Sedangkan, biaya implisit tidak wajib atau tidak pasti dikeluarkan karena sifatnya yang tidak terduga.

Jenis biaya eksplisit dan implisit

perencanaan manajemen bisnis

Agar lebih mudah memahami biaya eksplisit dan implisit, berikut disajikan sejumlah jenis maupun contohnya, seperti dikutip dari laman jurnal.id.

Contoh biaya eksplisit

  • Gaji karyawan
  • Biaya produksi (bahan baku, alat, material tambahan)
  • Biaya lokasi (sewa gedung, renovasi, membangun gudang atau pabrik)
  • Biaya pemasaran (iklan, promosi, dan lain-lain)

Contoh biaya eksplisit

  • Pelatihan karyawan
  • Penyusutan nilai aset
  • Penggunaan properti

Related Articles