Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Mount Elizabeth Tutaskan Renovasi Rp4,7 T, Perkuat Dominasi Premium Healthcare

Mount Elizabeth Tutaskan Renovasi Rp4,7 T, Perkuat Dominasi Premium Healthcare
Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura pasca renovasi .
Intinya Sih
  • Mount Elizabeth Hospital menyelesaikan Project Renaissance senilai S$350 juta untuk memperkuat posisinya sebagai pusat layanan kesehatan premium dengan modernisasi infrastruktur, fasilitas klinis, dan sistem digital terintegrasi.
  • Transformasi ini menciptakan ekosistem layanan kesehatan terpadu di kawasan Orchard, menggabungkan rawat inap, rawat jalan, serta ambulatory care guna meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pasien internasional.
  • Rumah sakit mengadopsi teknologi digital dan AI seperti Patient Intelligence Centre dan LizWorld untuk mempercepat layanan, menekan beban kerja staf, serta meningkatkan akurasi diagnosis melalui sistem medis canggih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Singapura, FORTUNE - Mount Elizabeth Hospital (MEH) merampungkan Project Renaissance, menandai langkah strategis dalam memperkuat posisi sebagai pemain kunci layanan kesehatan premium di kawasan. Ini merupakan renovasi besar pertama sejak rumah sakit tersebut beroperasi pada 1979.

Transformasi yang dimulai pada 2023 ini mencakup investasi tiga tahun senilai S$350 juta (sekitar Rp4,72 triliun), hasil kolaborasi antara IHH Healthcare dan Parkway Life REIT. Investasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapabilitas infrastruktur, fasilitas klinis, serta sistem digital, seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan berteknologi tinggi dan berbasis pengalaman pasien.

Secara bisnis, modernisasi ini mempertegas positioning MEH sebagai pusat rujukan untuk kasus medis kompleks, sekaligus memperkuat daya tariknya di pasar pasien internasional.

Didukung lokasi premium di Orchard Road, Singapura, rumah sakit ini juga mengoptimalkan tren medical travel, di mana pasien menggabungkan kebutuhan perawatan dengan aktivitas bisnis maupun gaya hidup. Keunggulan lokasi ini menjadi diferensiasi tambahan dalam menarik pasien global, sekaligus memperluas sumber pertumbuhan di luar pasar domestik.

Melalui Project Renaissance, Mount Elizabeth Hospital mentransformasi kawasan Orchard menjadi ekosistem layanan kesehatan terintegrasi.

Ekosistem ini mengintegrasikan berbagai fasilitas dalam satu jaringan layanan menyeluruh, seperti Mount Elizabeth Medical Centre berperan sebagai hub konsultasi rawat jalan dengan klinik spesialis terakreditasi, sementara Paragon Medical Centre menggabungkan layanan dokter dengan radiologi, rehabilitasi, serta skrining kesehatan eksekutif.

Di sisi lain, The Heeren difokuskan sebagai pusat ambulatory care, termasuk layanan fertilitas dan transplantasi stem cell, yang mencerminkan ekspansi ke layanan berteknologi tinggi. Penguatan kapasitas juga berlanjut melalui Tong Building yang akan difungsikan sebagai pusat administrasi dan ekspansi rawat jalan pada 2026, serta Lucky Plaza yang kini menaungi pusat rehabilitasi robotik untuk terapi pasien.

Secara bisnis, pengelompokan layanan berdasarkan tingkat intensitas perawatan ini memungkinkan optimalisasi utilisasi aset dan pengurangan beban pada fasilitas rawat inap. Model ini tidak hanya menekan kepadatan operasional, tetapi juga memperluas kapasitas untuk menangani kasus kompleks dengan nilai tambah lebih tinggi.

Peningkatan juga terlihat pada lini rawat inap, di mana desain ruang yang lebih luas dan fleksibel, termasuk kamar VIP untuk mendukung pengalaman pasien premium sekaligus memperkuat diferensiasi layanan. Integrasi antar unit klinis dirancang untuk meminimalkan perpindahan pasien, mempercepat alur layanan, dan meningkatkan produktivitas tenaga medis.

Dari sisi kapabilitas medis, penambahan fasilitas seperti dialisis di dalam kamar dan sistem pemantauan telemetry berkelanjutan memungkinkan perawatan dilakukan secara lebih terpusat. Hal ini tidak hanya meningkatkan keselamatan pasien, tetapi juga mempercepat waktu pemulihan.

Di balik layar, penggunaan sistem Building Management System (BMS) menjadi fondasi penting untuk mendukung efisiensi jangka panjang. Pemantauan energi secara real-time memungkinkan pengelolaan biaya operasional yang lebih terkendali, pemeliharaan yang lebih proaktif, serta peningkatan keberlanjuta.

Project Renaissance menandai langkah strategis MEH dalam menggeser model operasional menuju layanan kesehatan berbasis nilai (value-based care), tidak hanya melalui modernisasi fasilitas dan teknologi, tetapi juga lewat optimalisasi desain layanan yang terintegrasi dan berorientasi pada hasil klinis pasien.

Pengembangan MEH menjadi kampus layanan kesehatan terpadu—yang mengintegrasikan rawat inap, rawat jalan, dan layanan ambulatory—memungkinkan peningkatan efisiensi alur layanan, memperkuat kolaborasi multidisiplin, serta mendorong pengelolaan biaya yang lebih terkendali. Padas akhirnya, model tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing operasional sekaligus menjaga standar klinis tetap tinggi di tengah meningkatnya kompleksitas kebutuhan pasien.

Chief Operating Officer IHH Healthcare Singapore sekaligus Chief Executive Officer Mount Elizabeth Hospital,Yong Yih Ming, mengatakan Project Renaissance merupakan langkah transformasi strategis dalam memperkuat peran MEH dalam memimpin penanganan kasus-kasus kompleks.

Menurutnya, kepercayaan dari pasien lokal dan internasional menjadi panduan utama dalam setiap strategi pengembangan.

"Kepercayaan tersebut menjadi landasan kami dalam menyelaraskan kembali infrastruktur, alur kerja, dan sistem digital kami dengan dinamika penanganan kasus kompleks saat ini, sekaligus mempersiapkan kapabilitas di masa depan. Transformasi ini memungkinkan kami meningkatkan hasil medis pasien sekaligus menciptakan nilai-nilai berkelanjutan dalam jangka panjang,” katanya di Singapura, Jumat (17/4).

Pembaruan Fasilitas Rumah Sakit

MEH - Endoscopy Opening Ceremony_.jpg
Ruang endeskopi Mount Elizabeth Hospitals.

Transformasi melalui Project Renaissance menempatkan Mount Elizabeth Hospital pada posisi strategis untuk menangkap pertumbuhan segmen layanan medis kompleks. Fokus utama diarahkan pada percepatan diagnosis, efisiensi intervensi, serta penguatan kolaborasi multidisiplin antar tenaga medis.

Pembaruan utamanya meliputi perluasan kapasitas, melalui penambahan 56 kamar single-bed baru untuk memperluas potensi kunjungan pasien domestik maupun internasional. Integrasi ruang operasi dalam satu kompleks terpadu—yang menghubungkan bedah harian, operasi mayor, hingga perawatan kritis—mendorong efisiensi utilisasi fasilitas.

Penguatan juga dilakukan melalui kompleks radiologi baru dengan teknologi diagnostik canggih yang terhubung langsung ke unit rawat inap dan layanan darurat, mempercepat waktu respons klinis. Sementara itu, pembangunan 14 lift baru yang terintegrasi dengan koridor sepanjang 100 meter di lima lantai memungkinkan pemisahan alur pasien, staf, dan logistik.

Dari sisi keberlanjutan, rumah sakit ini juga mengintegrasikan sistem hemat energi lewat pemasangan 381 panel surya untuk menekan biaya operasional jangka panjang sekaligus menjawab tuntutan ESG yang semakin relevan bagi investor dan operator layanan kesehatan.

Adopsi Masif Teknologi Digital dan AI

LizWorld WebApp.jpg
Mount Elizabeth mengintegrasikan sejumlah teknologi digital dan AI dalam layanan rumah sakitnya.

Di sisi digital, MEH mengadopsi pendekatan berbasis data untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Patient Intelligence Centre (PIC) misalnya, yang memungkinkan pengelolaan tempat tidur, penjadwalan operasi, hingga prosedur endoskopi secara real-time.

Kemudian platform LizWorld menghadirkan pengalaman pasien yang lebih terintegrasi, mulai dari navigasi digital hingga layanan mandiri di dalam kamar. Implementasinya menghasilkan efisiensi nyata: waktu orientasi pasien turun dari 12 menjadi 8 menit (menghemat sekitar 800 jam kerja staf per tahun), sementara waktu tunggu layanan berkurang dari 40 menjadi 20 menit, sekaligus menekan beban kerja perawat hingga 120 jam per tahun.

Penguatan diagnostik juga terbantu melalui adopsi teknologi mutakhir seperti photon-counting CT dan sistem angiografi canggih, yang meningkatkan akurasi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan klinis.

Chief Executive Officer IHH Healthcare Singapore, Dr. Peter Chow, mengatakan transformasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Singapura sebagai hub layanan kesehatan premium di kawasan, di samping pusat utama di kawasan regional untuk sektor finansial, bisnis, hiburan, dan pariwisata.

“Project Renaissance menjadi fondasi bagi MEH untuk terus menarik pasien lokal dan regional, khususnya di segmen layanan swasta dan kasus kompleks,” katanya.

Di tingkat grup, IHH juga memperkuat ekosistem digital lintas rumah sakit. Sistem rekam medis elektronik Cerebral+ memastikan integrasi data klinis yang lebih konsisten, dengan rencana konektivitas penuh ke sistem National Electronic Health Records Singapura.

Dalam pencitraan medis, pemanfaatan AI seperti Annalise.ai, Lunit, dan SenseCare Chest CT membantu meningkatkan kecepatan deteksi dan akurasi diagnosis, sekaligus memprioritaskan kasus kritis. Sementara itu, NurseShift.ai mengoptimalkan penjadwalan tenaga perawat, mengurangi beban administratif, dan memungkinkan tenaga medis lebih fokus pada layanan pasien.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More