Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pelemahan Kurs Rupiah Tekan Laba Dua Raksasa Konsumer Grup Salim
salah satu produk dari PT Indofood Sukses CBP Makmur Tbk (unsplash.com/Alexander Nrjwolf)
  • ICBP mencatat penjualan semester I 2026 naik 11% menjadi Rp41,86 triliun, tetapi laba bersih turun 33% menjadi Rp3,70 triliun akibat rugi kurs belum terealisasi.
  • INDF membukukan penjualan naik 9% menjadi Rp65,53 triliun dan laba usaha tumbuh 14%, sementara laba bersih turun 19% menjadi Rp4,72 triliun karena rugi kurs.
  • Meski rupiah melemah dan pasar tidak pasti, ICBP serta INDF mempertahankan pertumbuhan bisnis inti, margin laba usaha, efisiensi biaya, serta fokus pada profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Dua emiten konsumer Grup Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat penurunan laba bersih sepanjang semester I 2026. Penurunan itu sebagian dipicu oleh membengkaknya rugi kurs yang dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah.

ICBP mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih konsolidasi sebesar 11 persen menjadi Rp41,86 triliun pada semester I 2026. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba usaha meningkat 8 persen menjadi Rp9,15 triliun, sedangkan margin laba usaha yang tetap terjaga di level 21,9 persen.

Demikian juga dengan core profit sebagai indikator kinerja operasional meski masih dalam tren positif, tapi hanya naik tipis sekitar 1 persen menjadi Rp5,40 triliun.

Produsen Indomie tersebut mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 33 persen menjadi Rp3,70 triliun. Penurunan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pembiayaan akibat pelemahan nilai tukar rupiah, bukan karena melemahnya bisnis inti perseroan.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO), ICBP Anthoni Salim mengatakan perseroan akan tetap berhati-hati menghadapi ketidakpastian pasar dengan menjaga efisiensi biaya dan menyesuaikan produksi terhadap permintaan.

"ICBP membukukan kinerja yang positif di paruh pertama tahun 2026 meski dihadapkan pada situasi pasar yang semakin dinamis. Kami akan terus menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar serta mengelola biaya secara efektif dan efisien untuk menjaga profitabilitas dan arus kas," ujar Anthoni dalam keterangan tertulis, Senin (3/8).

Kinerja INDF

PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Pelemahan kinerja keuangan juga dicatat perusahaan induk ICBP, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) pada semester I 2026.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah, INDF membukukan kenaikan penjualan bersih 9 persen menjadi Rp65,53 triliun, sementara laba usaha tumbuh lebih tinggi, yakni 14 persen menjadi Rp13,29 triliun.

Kinerja operasional Indofood yang tercermin dari kenaikan core profit sebesar 7 persen menjadi Rp6,18 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bisnis inti perseroan tetap ekspansif meski laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19 persen menjadi Rp4,72 triliun akibat meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari aktivitas pendanaan seiring pelemahan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, margin laba usaha Indofood tetap terjaga di level 20,3 persen, mencerminkan kemampuan perseroan mempertahankan profitabilitas di tengah tekanan eksternal.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood (CEO) Indofood Sukses Makmur, Anthoni Salim mengatakan perseroan tetap fokus menjaga pertumbuhan jangka panjang dengan menyeimbangkan ekspansi pangsa pasar dan profitabilitas.

"Di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester pertama tahun 2026 ini. Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," ujar Anthoni.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article