Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pengiriman Jarak Jauh Lalamove Tumbuh 47% Ditopang UMKM
Lalamove Gandeng Kementerian UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan UMKM di Medan (Dol. Lalamove)
  • Lalamove mencatat pertumbuhan pengiriman jarak jauh sebesar 47% pada Januari–April 2026, didorong meningkatnya kebutuhan distribusi lintas wilayah dari pelaku usaha, terutama UMKM.
  • Mayoritas pengiriman berada di rentang 50–80 km dengan rute populer seperti Jakarta–Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung yang menunjukkan tingginya aktivitas logistik kawasan penyangga ibu kota.
  • Kendaraan pickup bak menjadi armada utama dengan kontribusi 27%, disusul van dan sedan; sektor retail dan wholesale paling banyak memanfaatkan layanan ini untuk efisiensi rantai pasok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Meningkatnya kebutuhan distribusi barang lintas wilayah mendorong permintaan layanan logistik yang lebih fleksibel. Di tengah tren tersebut, platform pengiriman on-demand Lalamove mencatat pertumbuhan pengiriman jarak jauh sebesar 47 persen secara tahunan pada periode Januari–April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan layanan logistik berbasis aplikasi untuk mendukung operasional tanpa harus menambah investasi armada sendiri. Model ini dinilai membantu bisnis menekan biaya operasional, mulai dari pengeluaran bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga pengelolaan armada internal.

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, mengatakan kebutuhan logistik saat ini tidak lagi terbatas pada layanan pengiriman instan di dalam kota, tetapi juga mencakup distribusi antardaerah yang membutuhkan efisiensi lebih tinggi.

“Pertumbuhan pengiriman jarak jauh menunjukkan bahwa kebutuhan logistik kini semakin berkembang, tidak hanya untuk pengiriman instan dalam kota, tetapi juga untuk mendukung distribusi antar-wilayah dengan lebih efisien,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat (29/5).

Berdasarkan data internal perusahaan, mayoritas pengiriman jarak jauh berada pada rentang 50 hingga 80 kilometer dengan kontribusi mencapai 78 persen dari total pengiriman. Sementara itu, pengiriman dengan jarak 80–100 kilometer menyumbang 9 persen, sedangkan rute di atas 100 kilometer mencapai 13 persen.

Sejumlah koridor distribusi menjadi yang paling banyak digunakan pelanggan, antara lain Jakarta–Kota Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung. Tingginya aktivitas pada jalur tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang di kawasan penyangga Jakarta yang menjadi pusat aktivitas perdagangan dan industri.

Dari sisi armada, kendaraan jenis pickup bak menjadi pilihan utama untuk pengiriman jarak jauh dengan kontribusi 27 persen dari total transaksi. Posisi berikutnya ditempati van sebesar 22 persendan sedan sebesar 21 persen.

Andito menambahkan, perusahaan menilai tren tersebut menunjukkan bahwa pelaku usaha membutuhkan fleksibilitas dalam memilih jenis kendaraan sesuai karakteristik barang yang dikirim.

"Sektor retail dan wholesale tercatat sebagai kelompok industri yang paling banyak memanfaatkan layanan pengiriman jarak jauh," katanya.

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi yang cepat dan praktis untuk menjaga kelancaran rantai pasok serta memenuhi permintaan pelanggan.

Untuk mendukung pengiriman lintas wilayah, Lalamove juga menyediakan fitur pembayaran tol langsung melalui aplikasi. Fitur tersebut ditujukan untuk mempermudah proses transaksi sekaligus meningkatkan transparansi biaya bagi pengguna.

Editorial Team

Related Article