Jakarta, FORTUNE – Wacana penerapan skema bagasi pesawat berbasis jumlah koper (piece concept) menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berbeda dengan sistem berbasis berat (weight concept) yang selama ini umum digunakan, pendekatan berbasis jumlah koper, dinilai lebih mudah dipahami dibanding harus menghitung total berat bagasi saat proses check-in.
Selain mempertanyakan besaran jatah bagasi, banyak pengguna membahas pentingnya aturan yang lebih sederhana dan transparan agar biaya tambahan maupun proses di bandara dapat diprediksi sejak sebelum keberangkatan.
Isu ini mengemuka seiring perubahan pola perjalanan atau traveling masyarakat, terutama ketika aktivitas wisata, perjalanan keluarga, perjalanan kerja jarak jauh, hingga kebiasaan membawa oleh-oleh semakin menjadi bagian dari pengalaman bepergian.
Dengan begitu, persaingan industri penerbangan tidak lagi hanya ditentukan oleh harga tiket maupun ketepatan waktu. Pengalaman pelanggan (customer experience)pun kini menjadi penentu, termasuk bagaimana maskapai mengelola kebijakan bagasi agar lebih mudah dipahami penumpang.
Pengamat transportasi udara Gatot Raharjo menilai pengelolaan bagasi di berbagai negara mulai bergeser dari sekadar membatasi total berat menjadi memberikan kepastian jumlah koper dengan batas berat tertentu untuk setiap bagasi.
Menurutnya, pendekatan tersebut berpotensi meningkatkan kenyamanan pelanggan karena penumpang telah mengetahui sejak awal berapa koper yang dapat dibawa tanpa perlu melakukan penyesuaian di bandara.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum ASITA Rusmiati. Ia menilai sistem berbasis jumlah koper dapat menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan maskapai, khususnya untuk melayani penumpang jarak jauh maupun perjalanan keluarga yang umumnya membawa lebih dari satu koper.
“Implementasi kebijakan tersebut tetap memerlukan kajian menyeluruh. Selain mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, maskapai juga harus menghitung dampaknya terhadap operasional, mulai dari proses check-in, penanganan bagasi oleh ground handling, kapasitas pesawat, hingga efisiensi biaya,” katanya dalam keterangan dikutip, Rabu (8/7).
