Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PTBA Gandeng Pertamina NRE Kembangkan PLTS di Lahan Pasca Tambang
PLTS Irigasi PTBA di Muara Enim (Dok PTBA)
  • PT Bukit Asam bekerja sama dengan Pertamina NRE untuk mengembangkan PLTS di lahan pasca tambang sebagai langkah strategis mendukung RUPTL 2025–2034 dan target Net Zero Emission Indonesia.
  • Kerja sama ini memanfaatkan ribuan hektar lahan reklamasi, termasuk sekitar 250 hektar yang siap digunakan, guna mengubah area bekas tambang menjadi sumber energi bersih berkelanjutan.
  • PTBA menekankan pentingnya teknologi dalam menciptakan energi lebih efisien dan rendah emisi, sekaligus memperkuat portofolio energi terbarukan serta menarik pendanaan hijau bagi proyek hilirisasi masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menggandeng Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) untuk melakukan kerja sama dalam pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) di area operasional PTBA.

Kerja sama ini juga disebut sebagai momentum strategis untuk mengambil peran dalam pengembangan proyek PLTS yang tercantum dalam RUPTL 2025 – 2034.

Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, mengatakan kerja sama dengan Pertamina New & Renewable Energy menjadi peluang besar untuk mengoptimalkan aset nasional yang dimiliki perseroan, termasuk pemanfaatan lahan pasca tambang sebagai kawasan PLTS maupun berbagai potensi renewable energy.

Dengan demikian, kawasan yang sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas pertambangan dapat memiliki kehidupan baru sebagai sumber energi bersih yang mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.

"Salah satu masalah PLTS adalah penyediaan lahan, di sisi lain kami banyak lahan pasca tambang yang direklamasi. Maka baiknya setelah reklamasi bisa menjadi sumber energi baru. Kami ada ribuan hektar, mungkin yang awal saya dengar kami punya lebih dari 250 Ha lahan pasca tambang yang siap untuk digunakan," jelas Turino dalam keterangan resmi.

Adapun total portfolio PLTS PTBA saat ini telah mencapai 1,2 MWp. Perusahaan plat merah ini juga tengah mengembangkan proyek-proyek hilirisasi batubara seperti Coal to DME, SNG dan Kalium Humat yang dinilai memberikan nilai tambah sekaligus mengurangi intensitas emisi.

Menurut Turino, salah satu kunci menuju masa depan energi yang berkelanjutan adalah teknologi. Sebab keberadaan teknologi dapat menjawab tantangan lingkungan tanpa harus mengorbankan ketahanan energi maupun pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, PTBA memandang batubara tidak semata-mata harus ditinggalkan.

"Menurut saya yang lebih penting adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan energi yang semakin bersih, lebih efisien, dan mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan. Di sisi lain, kita juga terus mengembangkan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari portofolio energi masa depan Indonesia," terang Turino.

Melalui proyek-proyek seperti ini, PTBA berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon dan mendorong terciptanya ekosistem green business. Selain itu dapat menarik green funding untuk proyek-proyek hilirisasi ke depannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article