Jakarta, FORTUNE - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), entitas pengembang kawasan Kota Deltamas, menaikkan target pra-penjualan 2027 menjadi Rp2,95 triliun. Revisi ini mencatatkan kenaikan 42 persen dari target sebelumnya yang senilai Rp2,08 triliun, menyusul penambahan permintaan lahan industri untuk fasilitas pusat data.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, menyatakan manajemen melakukan revisi target dengan mempertimbangkan pipeline penjualan dan tren transaksi lahan industri pada paruh pertama tahun berjalan. Permintaan lahan fasilitas pusat data mendominasi porsi penjualan perseroan.
"Kenaikan target pra-penjualan 2026 ini mencerminkan tingkat kepercayaan diri kami sehubungan adanya fasilitas dan infrastruktur kelas dunia yang kami tawarkan, sehingga meningkatnya permintaan lahan industri khususnya pada segmen data center," ujar dia dalam keterangannya yang dikutip Senin (19/10).
Pada semester I-2026, DMAS merealisasikan pra-penjualan senilai Rp1,15 triliun. Manajemen melaporkan 70 persen dari total 85 hektare ketersediaan lahan merupakan permintaan untuk fasilitas pusat data.
Tondy menambahkan, total area pengembangan DMAS mencapai 3.000 hektare. Ketersediaan lahan ini menjadi basis perusahaannya dalam mengejar target revisi dan mempertahankan tren penjualan lahan industri hingga akhir tahun pembukuan.
Selain penjualan lahan industri, DMAS turut memacu segmen pengembangan kawasan industri, hunian, dan komersial. Strategi pengembangan berbagai segmen ini sejalan dengan target perseroan untuk membentuk kawasan terpadu di tingkat regional.
Dari sisi kinerja per segmen pada paruh pertama 2026, segmen hunian membukukan pendapatan Rp19,32 miliar dan segmen komersial Rp18,16 miliar. Segmen sewa dan perhotelan mencetak kontribusi masing-masing senilai Rp9,47 miliar dan Rp8,07 miliar.
Revisi target pra-penjualan ini mendatangkan sentimen beli di pasar modal. Pada penutupan sesi perdagangan pukul 12:00 WIB, saham DMAS mengalami apresiasi 0,63 persen menuju posisi Rp160 per unit saham.
