Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Puradelta Lestari Revisi Target Pra-Penjualan 42 Persen Merespons Tren Lahan Industri
Kota Delta Mas proyek PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) (sinarmas.com)
  • PT Puradelta Lestari menaikkan target pra-penjualan 2027 menjadi Rp2,95 triliun, atau 42 persen dari target sebelumnya Rp2,08 triliun, didorong permintaan lahan industri pusat data.
  • Pada semester I-2026, DMAS membukukan pra-penjualan Rp1,15 triliun. Sebanyak 70 persen dari 85 hektare lahan tersedia diminati untuk fasilitas pusat data.
  • DMAS mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersial di area 3.000 hektare. Revisi target memicu saham DMAS naik 0,63 persen menjadi Rp160 per saham.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
semester I 2026

DMAS meraih pra-penjualan sebesar Rp1,15 triliun. Sebanyak 70 persen dari 85 hektare lahan tercatat sebagai permintaan untuk lahan industri data center.

paruh pertama 2026

Segmen hunian menyumbang Rp19,32 miliar, komersial Rp18,16 miliar, sewa Rp9,47 miliar, dan hotel Rp8,07 miliar.

Senin (19/10)

Tondy Suwanto menyampaikan bahwa kenaikan target mencerminkan kepercayaan diri perseroan terhadap permintaan lahan industri, khususnya segmen data center.

pukul 12:00 WIB

Saham DMAS naik sekitar 0,63 persen menjadi Rp160 per saham.

hingga akhir tahun

DMAS menilai prospek penjualan lahan industri tetap kuat dan target pra-penjualan yang telah direvisi dapat tercapai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    DMAS menaikkan target pra-penjualan tahun 2027 dari Rp2,08 triliun menjadi Rp2,95 triliun, atau naik sekitar 42 persen.
  • Who?
    PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) dan Tondy Suwanto selaku Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS.
  • Where?
    Kawasan Kota Deltamas, yang dikembangkan oleh PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).
  • When?
    Target tersebut disampaikan dalam keterangannya pada Senin (19/10), setelah capaian semester I 2026.
  • Why?
    Revisi mempertimbangkan pipeline penjualan, kenaikan penjualan lahan industri, serta permintaan lahan data center.
  • How?
    DMAS mengandalkan penjualan lahan industri serta pengembangan kawasan industri, hunian, dan komersial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

DMAS menaikkan target penjualan lahannya untuk tahun 2027 menjadi Rp2,95 triliun. Tondy Suwanto menjelaskan bahwa banyak permintaan datang untuk lahan data center. Pada semester pertama 2026, DMAS sudah mendapat Rp1,15 triliun. Saham DMAS juga naik menjadi Rp160 per saham pada siang hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kenaikan target pra-penjualan menunjukkan DMAS memiliki pipeline penjualan dan permintaan lahan industri yang kuat. Fokus pada segmen data center menjadi kontributor utama, sementara pengembangan hunian, komersial, sewa, dan hotel turut memperluas sumber penjualan perseroan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), entitas pengembang kawasan Kota Deltamas, menaikkan target pra-penjualan 2027 menjadi Rp2,95 triliun. Revisi ini mencatatkan kenaikan 42 persen dari target sebelumnya yang senilai Rp2,08 triliun, menyusul penambahan permintaan lahan industri untuk fasilitas pusat data.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, menyatakan manajemen melakukan revisi target dengan mempertimbangkan pipeline penjualan dan tren transaksi lahan industri pada paruh pertama tahun berjalan. Permintaan lahan fasilitas pusat data mendominasi porsi penjualan perseroan.

"Kenaikan target pra-penjualan 2026 ini mencerminkan tingkat kepercayaan diri kami sehubungan adanya fasilitas dan infrastruktur kelas dunia yang kami tawarkan, sehingga meningkatnya permintaan lahan industri khususnya pada segmen data center," ujar dia dalam keterangannya yang dikutip Senin (19/10).

Pada semester I-2026, DMAS merealisasikan pra-penjualan senilai Rp1,15 triliun. Manajemen melaporkan 70 persen dari total 85 hektare ketersediaan lahan merupakan permintaan untuk fasilitas pusat data.

Tondy menambahkan, total area pengembangan DMAS mencapai 3.000 hektare. Ketersediaan lahan ini menjadi basis perusahaannya dalam mengejar target revisi dan mempertahankan tren penjualan lahan industri hingga akhir tahun pembukuan.

Selain penjualan lahan industri, DMAS turut memacu segmen pengembangan kawasan industri, hunian, dan komersial. Strategi pengembangan berbagai segmen ini sejalan dengan target perseroan untuk membentuk kawasan terpadu di tingkat regional.

Dari sisi kinerja per segmen pada paruh pertama 2026, segmen hunian membukukan pendapatan Rp19,32 miliar dan segmen komersial Rp18,16 miliar. Segmen sewa dan perhotelan mencetak kontribusi masing-masing senilai Rp9,47 miliar dan Rp8,07 miliar.

Revisi target pra-penjualan ini mendatangkan sentimen beli di pasar modal. Pada penutupan sesi perdagangan pukul 12:00 WIB, saham DMAS mengalami apresiasi 0,63 persen menuju posisi Rp160 per unit saham.

Curated For You

Editorial Team

Related Article