Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
RedDoorz Targetkan Pendapatan Naik 20% di Musim Mudik Lebaran 2026
Founder dan CEO RedDoorz, Amit Saberwal/Dok. RedDoorz

Jakarta, FORTUNE - RedDoorz membidik lonjakan pendapatan sekitar 20 persen menjelang periode mudik dan libur Lebaran Idul Fitri 2026. Momentum pergerakan masyarakat ke kampung halaman dinilai menjadi pendorong utama peningkatan okupansi, khususnya di kota-kota tujuan nonmetropolitan.

Head of Strategic Hotel Acquisition Department (SHA) RedDoorz, Nikolas Leon Yaphar, mengatakan target tersebut didukung oleh bertambahnya jumlah properti serta strategi penetapan harga yang semakin adaptif.

“Karena juga tahun ini kami memiliki jumlah properti yang lebih banyak dan kami selalu belajar untuk melakukan pricing yang mudah dari para teman-teman kami, kita selalu menargetkan kurang lebih growing-nya 20 persen,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (26/2).

Berbeda dengan kota bisnis besar seperti Jakarta dan Surabaya yang umumnya mengalami penurunan tingkat hunian saat Lebaran, RedDoorz justru memfokuskan ekspansi pada kota tier 2 yang menjadi kantong arus mudik. Sejumlah daerah seperti Garut, Tasikmalaya, Malang, Batu, Kediri, Surakarta hingga Wonosobo dinilai memiliki potensi okupansi lebih tinggi selama periode tersebut.

“Misalkan kota-kota berikutnya, mungkin di Garut, Tasikmalaya itu pasti akan tinggi, kalau di Jakarta, mungkin Bekasi, kalau Surabaya itu biasanya di Malang, Batu, Kediri, mungkin dari sisi kota-kota Solo-Wonosobo dan lainnya, itu menjadi target utama, malah justru kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, kota-kota bisnis, itu cenderung low occupancy,” ujarnya.

Selain memanfaatkan momentum mudik, RedDoorz juga mempercepat pengembangan hotel yang dikelola langsung oleh perusahaan. Setelah proyek percontohan pada 2025 dinilai berhasil, perusahaan kini mengoperasikan sekitar 100 hotel secara langsung dan menargetkan tambahan 100 hingga 150 properti baru sampai 2027.

Ekspansi tersebut akan dijalankan melalui sejumlah merek, yakni RedDoorz, SANS, dan URBANVIEW. SANS diposisikan sebagai hotel ekonomis dengan konsep lifestyle modern, sementara URBANVIEW menyasar wisatawan perkotaan yang menginginkan akomodasi terjangkau dengan desain estetik dan nyaman. Kedua merek ini diperkenalkan pada 2020 sebagai bagian dari strategi multi-brand perusahaan.

Hingga kini, RedDoorz memiliki 4.300 mitra properti di Indonesia dan Filipina, dengan target bertambah menjadi 4.700 mitra pada akhir 2026. Di Indonesia, jaringan tersebut telah tersebar di lebih dari 300 kota.

Founder dan CEO RedDoorz, Amit Saberwal, menilai pasar domestik Indonesia masih menjadi pilar utama pertumbuhan perusahaan.

“Indonesia tetap menjadi salah satu pasar paling strategis dan potensial bagi RedDoorz, yang didorong oleh kuatnya permintaan perjalanan domestik serta meningkatnya kebutuhan akan akomodasi yang andal dan terjangkau,” ujar Amit.

Ia menambahkan, pengelolaan properti secara langsung memungkinkan perusahaan memperkuat kontrol operasional sehingga pengalaman tamu menjadi lebih konsisten dan efisien.

Sejalan dengan ekspansi tersebut, RedDoorz memperkuat pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung operasional dan menjaga standar kualitas di seluruh jaringan hotel. Perusahaan telah mengembangkan sistem penetapan harga, distribusi, dan layanan pelanggan berbasis teknologi yang menopang pertumbuhan hingga ribuan mitra properti.

Dalam beberapa bulan ke depan, penerapan AI direncanakan diperluas ke seluruh properti yang dikelola langsung.

Mengacu pada Indonesia Hospitality Real Estate Market Report dari Mordor Intelligence, hotel independen menguasai 62,85 persen pangsa pasar perhotelan nasional pada 2025, sementara hotel jaringan diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 11,14 persen hingga 2031.

“Perilaku konsumen, dalam hal ini wisatawan Indonesia, terus dipengaruhi oleh kuatnya permintaan domestik, kecenderungan perjalanan yang lebih singkat namun sering, serta meningkatnya fokus pada nilai, keandalan, dan pengalaman,” kata Amit.

Menurutnya, wisatawan muda, terutama Generasi Z, menjadi motor pertumbuhan baru perjalanan domestik. Segmen ini mengutamakan pendekatan digital, mencari akomodasi terjangkau dengan desain menarik, serta layanan yang konsisten, karakter yang dinilai sejalan dengan strategi pengembangan RedDoorz di tengah momentum mudik dan tren perjalanan domestik yang terus berkembang.

Dok.RedDoorz

Editorial Team