Jakarta, FORTUNE - Sejak pertama kali hadir pada 2012, Roti’O menempatkan gerainya di lokasi dengan mobilitas tinggi, seperti stasiun kereta dan bandara. Strategi ini berangkat dari kebutuhan konsumen yang membutuhkan makanan dan minuman praktis saat bepergian. Dengan hadir di tempat konsumen beraktivitas, Roti’O membangun fondasi untuk mengembangkan jaringan gerainya.
Ketika pandemi COVID-19 membatasi mobilitas masyarakat pada 2020, Roti’O mempercepat upaya digitalisasi untuk tetap terhubung dengan konsumen. Pada 2025, perusahaan memperluas pendekatan tersebut dengan bergabung di TikTok GO by Tokopedia. Melalui layanan ini, konten kuliner dapat menghubungkan konsumen dengan produk, pembelian voucher, dan kunjungan ke gerai.
Direktur Utama Roti’O, Ali Susanto, menilai kanal digital membuka peluang bagi bisnis untuk menjangkau konsumen sekaligus mendorong mereka datang ke gerai fisik.
“Dulu mungkin orang sudah terbiasa dengan dunia digital untuk berbelanja. Hadirnya TikTok justru memberikan bukti bahwa aktivitas digital juga bisa membuat konsumen datang kembali ke gerai kami,” katanya.
Bagi Roti’O, strategi digital tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan produk dan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Konten menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan produk, sementara paket bundling memberikan pilihan bagi konsumen sebelum memutuskan berkunjung ke gerai.
