Tren Influencer Marketing Dorong Konsolidasi di Industri Agensi

Jakarta, FORTUNE – Perubahan perilaku konsumen dan semakin kompleksnya lanskap digital mendorong pelaku industri pemasaran memperkuat kapabilitas mereka melalui konsolidasi bisnis. Di tengah meningkatnya kebutuhan merek terhadap strategi pemasaran yang terintegrasi dan terukur, merger antarpelaku industri menjadi salah satu langkah untuk memperluas layanan sekaligus meningkatkan daya saing.
Fenomena tersebut tercermin dari merger antara MediaScience dan Eden yang diumumkan WOW Group. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan perusahaan dalam bidang influencer marketing, performance marketing, media planning, hingga strategi komunikasi digital berbasis budaya dan komunitas.
Konsolidasi di industri agensi digital terjadi di tengah pertumbuhan influencer marketing yang terus melampaui laju industri periklanan secara umum. Data We Are Social dan Meltwater menunjukkan belanja iklan influencer di Indonesia meningkat 14,4 persen pada 2025, lebih tinggi dibanding pertumbuhan total belanja iklan nasional sebesar 5,3 persen. Selain itu, seiring berkembangnya platform digital, kebutuhan brand tidak lagi terbatas pada kampanye yang mampu menciptakan awareness atau viralitas. Perusahaan kini semakin menuntut strategi pemasaran yang dapat menghasilkan dampak bisnis yang terukur.
Melalui penggabungan tersebut, WOW Group mengombinasikan kekuatan MediaScience di bidang digital media buying, media planning, dan performance marketing dengan kompetensi Eden dalam integrated KOL buying and services, campaign strategy, serta pengembangan komunikasi digital berbasis budaya.
Pasca-merger, Eden akan dipimpin oleh Marcia Julia sebagai Chief Executive Officer (CEO). Sepanjang kariernya, Marcia terlibat dalam berbagai kampanye viral dan peraih penghargaan untuk sejumlah brand lintas industri, termasuk FMCG, telekomunikasi, hingga perhelatan internasional seperti Asian Games.
Menurut Marcia, integrasi ini tidak hanya memperluas kemampuan perusahaan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi brand untuk memperoleh solusi komunikasi yang lebih komprehensif. Ia memandang, konsumen saat ini bergerak sangat cepat mengikuti kultur dan percakapan digital yang terus berubah.
"Karena itu, brand membutuhkan pendekatan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan secara budaya dan terukur secara bisnis. Dengan menggabungkan kekuatan kreativitas, influencer, media, dan performance dalam satu ekosistem, kami ingin membantu brand membangun koneksi yang lebih kuat dengan audiens sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Marcia, dalam keterangannya, Selasa (2/6).

Eden
Didirikan pada 2020, Eden berkembang menjadi agensi yang menangani lebih dari 30 merek aktif dari berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, e-commerce, nutrisi, personal care, home appliance, otomotif, hingga fast moving consumer goods (FMCG). Perusahaan didukung lebih dari 30 personel dengan pengalaman gabungan mencapai 36 tahun dalam industri pemasaran dan komunikasi.
Eden mengelola jaringan KOL dari berbagai segmen, mulai dari celebrity influencer hingga kreator berbasis komunitas. Perusahaan juga mengembangkan basis data influencer bernama Influencer IQ yang digunakan untuk membantu proses pemetaan dan seleksi talent berdasarkan relevansi serta kinerja kampanye.
Kapabilitas tersebut menjadi salah satu aset yang melengkapi kekuatan MediaScience di bidang media planning, media buying, dan performance marketing pasca-merger. Marcia menambahkan, fokus perusahaan adalah membantu brand menciptakan dampak yang relevan, terukur, dan berkelanjutan di tengah persaingan pemasaran digital yang semakin kompetitif.
Langkah konsolidasi ini sekaligus mencerminkan arah baru industri pemasaran digital, di mana kreativitas, data, influencer, media, dan performance marketing semakin terintegrasi untuk menjawab tuntutan brand yang menginginkan hasil kampanye yang dapat diukur secara langsung terhadap pertumbuhan bisnis.


















