Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggaran MBG Dihemat Rp60 Triliun, Ekonom: Arahkan ke Sektor Kesehatan
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pontianak Selatan memasukkan tray makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan ke dalam mobil saat penjemputan. (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang)
  • Pemerintah menghemat anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekitar Rp60 triliun dari total pagu awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun untuk efisiensi APBN.
  • Ekonom Telisa Aulia Falianty menilai penghematan MBG tepat dan menyarankan dana dialihkan ke sektor kesehatan, terutama untuk menutup defisit BPJS Kesehatan.
  • Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti berkontribusi pada peningkatan PDB hingga Rp129 triliun serta melindungi jutaan warga dari risiko kemiskinan akibat biaya kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Telisa Aulia Falianty, menilai langkah pemerintah untuk menghemat anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tepat. Ia bahkan mengimbau agar dana hasil efisiensi sekitar Rp60 triliun bisa diarahkan ke sektor kesehatan, salah satunya untuk menambal defisit keuangan BPJS Kesehatan

“Penghematan MBG itu harapannya bisa shifting ke segmen kesehatan ya. Karena memang MBG itu penting, tapi itu harusnya lebih ditargetkan untuk individu yang lebih membutuhkan wilayah-wilayah terpencil tertentu,” kata Telisa di sela-sela Public Expose BPJS Kesehatan di Jakarta, (2/7).

Ia menyatakan, saat ini masih banyak masyarakat luas yang membutuhkan layanan dari BPJS Kesehatan. Sebab, kesehatan merupakan pilar penting untuk membangun ekonomi negara. Apalagi, berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) 2025, Program JKN berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp129 triliun.

Tak hanya itu, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga  berhasil menyelamatkan sekitar 8,1 juta penduduk dari kemiskinan pada periode 2018-2019, serta melindungi kurang lebih 16 juta penduduk dari risiko jatuh miskin akibat beban biaya kesehatan. 

“Karena tanpa kesehatan, kita gak bisa bekerja tidak bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Telisa.

Tak hanya itu, langkah penghematan yang dilakukan oleh Pemerintahan Prabowo Subianto ini juga dinilai menjadi nafas baru untuk APBN di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat perang di Timur Tengah hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Sebagai konteks, sebelumnya Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memang sempat menyatakan bahwa anggaran MBG berpotensi dipangkas lebih dari Rp40 triliun sebagai upaya efisiensi. Ia menyebut, hingga saat ini pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaannya. 

“BGN melaporkan akan ada penghematan lebih lanjut dari program MBG. Saya pikir cukup signifikan, tetapi nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan secara detail," kata Purbaya dalam media briefing beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, pagu anggaran MBG pada 2026 memang ditetapkan sebesar Rp 335 triliun. Namun demikian, dalam pemaparan APBN Kita pada 21 Mei 2026, Purbaya menyebut anggaran tersebut akan diturunkan menjadi Rp268 triliun atau berkurang sekitar Rp67 triliun.

Curated For You

Editorial Team

Related Article