Isi nota keuangan mencakup kondisi ekonomi, rencana APBN, hingga kebijakan fiskal pemerintah. Berikut beberapa bagian penting di dalamnya.
1. Asumsi dasar ekonomi makro
Bagian ini memuat indikator ekonomi yang menjadi dasar penyusunan APBN. Indikator tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, suku bunga, serta harga minyak mentah.
2. Rencana pendapatan negara
Nota keuangan memuat target pendapatan yang akan dihimpun pemerintah. Sumbernya berasal dari penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan hibah.
3. Rencana belanja negara
Bagian ini menjelaskan rencana penggunaan anggaran negara untuk berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perlindungan sosial, dan pelayanan publik. Rincian belanja juga menunjukkan program dan sektor yang menjadi prioritas pemerintah dalam satu tahun anggaran.
4. Arah kebijakan fiskal
Nota keuangan menjelaskan kebijakan pemerintah dalam mengelola pendapatan, belanja, dan pembiayaan negara. Kebijakan tersebut dapat berupa pengaturan perpajakan, pemberian subsidi dan insentif, serta penetapan prioritas belanja.
5. Defisit dan pembiayaan anggaran
Defisit terjadi ketika belanja negara lebih besar daripada pendapatan. Nota keuangan mencantumkan besaran defisit yang direncanakan serta sumber pembiayaan untuk menutup kekurangannya. Bagian ini memuat strategi pembiayaan dan pengelolaan utang pemerintah.
6. Risiko dan tantangan ekonomi
Nota keuangan turut membahas risiko yang dapat memengaruhi APBN. Risikonya dapat berasal dari perubahan kondisi ekonomi global, harga komoditas, nilai tukar, hingga ketidakpastian geopolitik. Pemerintah menggunakan pemetaan risiko tersebut untuk menyiapkan langkah mitigasi jika kondisi ekonomi berubah.