Jakarta, FORTUNE – Bank Mandiri ditunjuk sebagai bank pertama di Indonesia yang bergabung sebagai Direct Participant dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).
Infrastruktur pembayaran internasional berbasis Renminbi (RMB) ini beroperasi langsung di bawah naungan People's Bank of Cina (PBoC).
Keanggotaan ini membuat Bank Mandiri terhubung secara langsung ke dalam salah satu infrastruktur pembayaran global utama. Melalui koneksi langsung tersebut, Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan transaksi berbasis RMB yang lebih cepat, transparan, aman, dan andal. Layanan prima ini ditujukan bagi para pelaku usaha, investor, serta nasabah korporasi di kedua negara.
Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menyatakan status baru ini merupakan batu loncatan strategis. Hal ini memperkuat kapabilitas layanan transaksi internasional perseroan.
“Sebagai Direct Participant CIPS, Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan transaksi RMB yang lebih efisien dan andal, sekaligus mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Cina. serta memperkuat konektivitas industri keuangan nasional dengan ekosistem pembayaran global,” ujar Timothy.
Partisipasi aktif Bank Mandiri dalam CIPS merupakan tindak lanjut nyata dari penguatan kerja sama ekonomi. Kerja sama transaksi bilateral ini sebelumnya telah diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of Cina (PBoC).
Dengan mengantongi status tersebut, Bank Mandiri kini memiliki akses langsung ke jaringan pembayaran RMB internasional. Alhasil, bank mampu menyediakan layanan transaksi yang lebih seamless dibandingkan mekanisme pembayaran konvensional.
Integrasi langsung ini terbukti menyederhanakan proses transaksi keuangan. Menurut Timothy, koordinasi ini efektif mengurangi kompleksitas antarbank serta meningkatkan kepastian penyelesaian transaksi lintas negara. Nasabah pun akan memperoleh pengalaman transaksi internasional yang lebih optimal. Fasilitas ini mencakup kebutuhan perdagangan, investasi, maupun aktivitas treasury dengan mitra bisnis di Cina.
Selain mendongkrak kecepatan dan keandalan layanan, Bank Mandiri juga memperluas fleksibilitas transaksi dalam mata uang RMB. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan bisnis nasabah yang semakin dinamis. Upaya tersebut didukung penuh dengan perpanjangan waktu layanan pengiriman dana internasional berbasis RMB.
"Dengan menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan nasabah secara dinamis di tengah ekonomi global yang semakin terinterkoneksi," kata Timothy.
Kapabilitas baru ini turut memperkuat sokongan Bank Mandiri terhadap pengembangan Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan Cina. Skema ini berjalan untuk memenuhi kebutuhan transaksi perdagangan dan investasi di kedua negara.
Mengingat posisi Cina sebagai salah satu mitra dagang utama bagi Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pembayaran lintas negara yang cepat, aman, dan efisien menjadi sangat krusial. Kehadiran sistem ini penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional di pasar global.
Bank Mandiri optimistis konektivitas yang semakin terintegrasi ini akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pelaku usaha yang aktif menjalin hubungan bisnis dengan Cina.
“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis global, mengembangkan layanan transaksi berbasis RMB, serta memperkokoh perannya sebagai penyedia solusi finansial terdepan untuk kebutuhan transaksi internasional nasabah,” ujar Timothy.
