Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
BCA dan Bank Mandiri Siapkan Uang Tunai Masing-Masing Puluhan Triliun
Ilustrasi warga menukarkan uang tunai baru di layanan Kas Keliling Bank Indonesia. (ANTARA FOTO/Angga Palguna)
  • Layanan penukaran uang pecahan kecil dibuka di ratusan cabang.

  • Kedua bank memperkuat layanan digital dan jaringan operasional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Dua raksasa perbankan nasional, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, menyiagakan likuiditas tunai dalam jumlah jumbo guna mengantisipasi lonjakan transaksi masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.

Akumulasi dana tunai dari kedua bank tersebut menembus Rp109,7 triliun untuk menjamin kelancaran aktivitas konsumsi, pembayaran THR, hingga mobilitas mudik tahun ini.

BCA memimpin dengan alokasi dana tunai mencapai Rp65,7 triliun. Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa momentum Idulfitri secara historis selalu memicu perputaran uang yang signifikan di Indonesia seiring dengan meningkatnya kebutuhan belanja dan keperluan sosial masyarakat.

“Nasabah dapat melakukan penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) pada kantor cabang BCA di seluruh Indonesia, sesuai dengan ketersediaan di masing-masing kantor cabang,” ujar Hendra melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/3).

Untuk memenuhi permintaan uang baru, BCA menyiagakan hampir 150 kantor cabang yang terintegrasi dengan mekanisme registrasi website PINTAR milik Bank Indonesia. Perseroan menyediakan Uang Layak Edar (ULE) serta uang baru guna melayani kebutuhan nasabah di seluruh penjuru Tanah Air.

Kesiapan ini didukung oleh infrastruktur yang tidak kecil. Hingga akhir Desember 2025, BCA melayani 43 juta rekening nasabah dan memproses lebih dari 115 juta transaksi setiap harinya. Operasionalisasi tersebut ditopang oleh 1.270 kantor cabang dan 20.163 mesin ATM.

Sementara itu, Bank Mandiri mengalokasikan uang tunai sebesar Rp44 triliun untuk pengisian ATM dan CRM selama periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026. Angka tersebut mencerminkan kenaikan 5 persen secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah Rp41,9 triliun.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, mengungkapkan bahwa rata-rata kebutuhan pengisian tunai harian diperkirakan Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun. Lonjakan ini dipacu oleh pembayaran gaji, Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, serta meningkatnya aktivitas konsumsi menjelang Idulfitri 1447 H.

“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami,” kata Adhika.

Selain uang fisik, Bank Mandiri memperkuat ketahanan sistem pembayaran non-tunai. Perseroan menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun dalam Rekening Settlement Dana (RSD) BI-FAST guna mengantisipasi lonjakan transaksi pada 18 hingga 25 Maret 2026.

Guna menjamin stabilitas layanan, Bank berkode emiten BMRI ini memastikan 12.900 unit ATM/CRM serta 322.000 mesin EDC beroperasi optimal selama periode libur Lebaran.

Editorial Team