Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BTN Hingga Bank Mandiri Tanggapi Pengembalian Dana SAL: Perkuat Likuiditas
Ilustrasi uang rupiah dan dolar Amerika Serikat terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Pemerintah mengembalikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp110 triliun ke bank Himbara, sehingga total penempatan mencapai Rp281 triliun dan diperpanjang hingga Desember 2026.
  • Direktur Utama Bank Mandiri menyebut pengembalian dana SAL memperkuat likuiditas, menurunkan biaya dana, serta membuka ruang ekspansi kredit dengan tetap fokus pada pertumbuhan DPK dan digitalisasi.
  • BTN menilai tambahan dana SAL menjadi amunisi strategis untuk memperkuat likuiditas dan mendorong penyaluran kredit produktif; per April 2026, kredit BTN naik 8,7% menjadi Rp344,07 triliun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakartaa, FORTUNE - Sejumlah bank himpunan milik negara (Himbara) menanggapi aksi pengembalian dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai sebesar Rp110 triliun, yang sempat ditarik dari perbankan pada awal Juni 2026.

Dengan demikian jumlah dana SAL yang akan ada di himbara berjumlah Rp281 triliun. Penempatan dana ini rencananya diperpanjang hingga Desember 2026.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menilai pengembalian dana SAL memberikan dampak positif terhadap penguatan likuiditas industri perbankan sekaligus meningkatkan kapasitas perbankan dalam menjalankan fungsi intermediasi.

"Dana SAL menjadi bagian dari ekosistem penggerak ekonomi negeri yang kontribusinya dirasakan secara langsung dalam mendukung pertumbuhan kredit dan kebutuhan masyarakat," ujar Riduan.

Menurutnya, dana SAL juga memberikan dampak positif pada struktur pendanaan dan efisiensi biaya dana (cost of fund), sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi ekspansi kredit.

Meski ada tambahan dana SAL, Bank Mandiri menyatakan tetap fokus pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) terutama di sisi dana murah melalui penguatan ekosistem dan akselerasi digital.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan yang sejalan dengan laju industri hingga akhir tahun. Per Mei 2026, Bank Mandiri mencatat penyaluran kredit (bank only) tumbuh 20,6 persen secara tahunan mencapai Rp1.580 triliun. KRedit ini mayoritas disalurkan ke sektor produktif.

Sementara dari sisi penghimpunan dana, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan DPK secara bank only sebesar 22,0 persen (yoy) menjadi Rp1.716 triliun.

Himbara lainnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) juga menerima tambahan penempatan dana SAL.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menilai penempatan dana SAL ini menjadi amunisi strategis bagi perseroan untuk memperkuat posisi likuiditas, sekaligus mengakselerasi penyaluran kredit guna menggerakkan roda perekonomian.

Likuiditas yang kuat, menurutnyaa menjadi motor utama bagi perseroan dalam menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal guna memacu pertumbuhan kredit yang berdampak langsung pada penggerak ekonomi.

"Penempatan dana SAL ini sangat penting bagi kami. Ini bukan sekadar memperkuat fundamental likuiditas perusahaan, tetapi menjadi stimulus bagi kami untuk terus menggerakkan roda perekonomian melalui penyaluran kredit yang lebih agresif namun tetap terukur," ujar Nixon.

Hingga April 2026, kredit BTN tercatat sebesar Rp344,07 triliun, meningkat 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp316,54 triliun.

Di sisi pendanaan, DPK BTN mencapai Rp357,83 triliun atau tumbuh 6,31 persen (yoy) dari Rp336,58 triliun pada April 2025. Dari total DPK tersebut, porsi dana murah (CASA) telah mencapai 50 persen.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article