Akselerasi Transformasi Bisnis, Aset BNI Rp1.365 Triliun per Mei 2026

- BNI mencatat total aset Rp1.365 triliun per Mei 2026 berkat transformasi bisnis dan reorientasi strategi yang memperkuat fundamental keuangan perusahaan.
- Kinerja solid tercermin dari laba bersih Rp9,05 triliun, ekuitas Rp160,99 triliun, serta Dana Pihak Ketiga mencapai Rp1.063,92 triliun.
- Akselerasi digital melalui wondr by BNI dan BNIdirect mendorong pertumbuhan nasabah ritel serta transaksi korporasi dengan peningkatan lebih dari 25 persen sepanjang 2025.
Jakarta, FORTUNE – Langkah transformasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dalam menjalankan bisnisnya memacu kinerja finansial perseroan. Melalui pembenahan struktur dan reorientasi strategi, bank pelat merah ini membukukan total aset hingga Rp1.365 triliun per akhir Mei 2026.
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menegaskan transformasi tersebut dirancang khusus memperkuat kinerja dan daya sang perseroan dalam menangkap berbagai peluang pertumbuhan baru.
“Dengan fundamental yang semakin kuat, BNI dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional," ujar Paolo dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (30/6).
Indikator keberhasilan restrukturisasi ini tecermin nyata pada solidnya pos keuangan perseroan per Mei 2026. Kinerja BNI ditopang oleh beberapa pencapaian kunci, yakni laba bersih Rp9,05 triliun, total ekuitas Rp160,99 triliun, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.063,92 triliun.
Akselerasi pada lini digital menjadi salah satu motor utama penggerak dana murah perseroan. Melalui platform layanan digital ritel wondr by BNI, perusahaan menjaring lebih dari 12 juta nasabah hingga akhir 2025.
Lonjakan aktivitas transaksi pada platform anyar tersebut terbukti efektif menyokong pertumbuhan tabungan ritel serta memperkuat pendanaan internal hingga periode Mei 2026.
Tidak hanya pada sektor investasi ritel, tumpuan bisnis BNI pada segmen wholesale banking juga kian kokoh lewat optimalisasi BNIdirect. Layanan korporasi yang menyediakan cash management, trade finance, bank guarantee, hingga supply chain financing bagi nasabah bisnis ini menunjukkan performa tinggi.
Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect mampu tumbuh di atas 25 persen secara tahunan (year-on-year). Imbas positifnya langsung dirasakan pada peningkatan giro korporasi serta mutu layanan transaksi bisnis perseroan.


















