- Insight dari para investment expert
- Pembahasan tren ekonomi dan investasi global
- Networking dengan investor, profesional, dan pelaku industri
- Akses materi dan rekaman sesi (sesuai jenis tiket)
- Kesempatan mengikuti sesi tanya jawab eksklusif (VIP).
7 Kesalahan Investasi yang Sering Dilakukan Pemula

Banyak investor pemula melakukan kesalahan karena kurang pengetahuan dan perencanaan, seperti berinvestasi tanpa tujuan jelas.
Kesalahan umum lainnya meliputi fokus berlebihan pada keuntungan cepat, mengabaikan risiko, serta minim edukasi terhadap produk investasi yang dibeli.
Untuk menghindari kerugian, pemula disarankan menetapkan tujuan keuangan hingga memahami profil risiko.
Kesalahan investasi yang sering dilakukan pemula dapat menghambat pertumbuhan aset, bahkan menyebabkan kerugian yang sebenarnya bisa dihindari. Meski kini investasi semakin mudah diakses melalui berbagai aplikasi dan instrumen, tidak sedikit investor baru yang mengambil keputusan tanpa perencanaan matang.
Kesalahan tersebut bisa berupa mengikuti tren, mengejar keuntungan cepat, hingga mengabaikan profil risiko dan diversifikasi portofolio. Padahal, memahami dasar-dasar investasi menjadi langkah penting untuk mengelola risiko dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.
Agar tidak mengulang kesalahan yang sama, simak berbagai kesalahan investasi yang sering dilakukan pemula beserta cara menghindarinya berikut ini.
Table of Content
Daftar kesalahan investasi yang sering dilakukan pemula
1. Tidak punya tujuan investasi
Kesalahan investasi yang sering dilakukan pemula adalah berinvestasi tanpa tujuan yang jelas karena penasaran atau untuk percobaan. Akibatnya, investor pemula kerap kesulitan memilih produk yang tepat.
Padahal, tujuan investasi sangat menentukan strategi yang akan digunakan, termasuk jangka waktu dan modalnya. Investasi yang sehat harus memiliki tujuan, seperti dana pensiun, membeli properti, atau pendidikan anak.
2. Terjebak tren dan FOMO
Kemudahan investasi melalui platform digital mendorong banyak orang mulai berinvestasi. Sayangnya, banyak pemula membeli aset hanya karena sedang viral di media sosial atau takut tertinggal tren atau fear of missing out (FOMO).
Kesalahan tersebut banyak membuat pemula sering kali mengambil keputusan investasi terburu-buru tanpa strategi yang matang. Alhasil, kesalahan umum ini sering kali berujung pada pembelian aset di harga puncak dan kerugian finansial yang signifikan.
3. Terlalu fokus mengejar keuntungan
Investor pemula cenderung tidak sabar dan melakukan transaksi dalam waktu singkat dengan harapan bisa cepat kaya. Gaya investasi yang terlalu agresif tanpa pemahaman yang memadai ini justru dapat meningkatkan risiko.
Dalam skenario terburuk, kesalahan investasi yang sering dilakukan pemula ini dapat membawa kerugian signifikan. Pemula bisa terjebak investasi bodong dan menghancurkan portofolio keuangan.
Mengejar keuntungan tinggi memang menarik, tetapi keputusan investasi yang baik selalu didasarkan pada pengetahuan dan strategi yang matang. Jika ingin memperdalam pemahaman tentang peluang investasi sekaligus cara mengelola risiko, Anda bisa mengikuti Fortune Investment Forum 2026 bertema Invest with Clarity, Choice, and Conviction.
Dapatkan insight langsung dari investor, ekonom, dan pelaku industri terkemuka di Fortune Investment Forum 2026. Pelajari strategi investasi lintas aset, mulai dari saham, obligasi, kripto, hingga private capital untuk membantu mengambil keputusan investasi dengan lebih percaya diri.
Benefit yang didapatkan:
Daftar sekarang dan dapatkan tiket di sini: Fortune Investment Forum 2026
4. Tidak memperhitungkan risiko
Setiap investasi memiliki risiko, baik kecil maupun besar yang mungkin belum dipahami oleh pemula. Terlalu fokus pada keuntungan menggiurkan membuat pemula sering kali mengabaikan manajemen risiko.
Terpaku pada potensi keuangan dapat mendorong pengambilan keputusan kurang bijak. Karena itu, pemula perlu memahami profil risiko dan menetapkan batas toleransi sebelum memulai berinvestasi.
5. Kurang edukasi produk investasi
Pemula biasanya berpikir untuk membeli produk investasi terlebih dahulu dan mempelajarinya belakangan. Langkah ini kurang tepat dilakukan karena membuat pemula rentan terhadap risiko pasar.
Pemahaman yang minim terhadap produk yang dibeli dapat berujung pada keputusan spekulatif, bukan berdasarkan analisis mendalam. Jika kebiasaan ini diteruskan, pemula tidak tahu waktu yang tepat untuk masuk (buy) atau keluar (sell) dari pasar.
6. Kondisi keuangan tidak sehat
Kesalahan fatal berikutnya adalah berinvestasi tanpa memedulikan kesehatan arus kas pribadi. Investasi yang aman membutuhkan pondasi keuangan yang stabil. Jika Anda masih terlilit utang konsumtif atau pengeluaran belum terukur, investasi justru menjadi beban finansial baru.
7. Mengabaikan biaya dan pajak
Selain dana investasi, investor perlu memperhitungkan biaya transaksi, administrasi dan pajak yang dikenakan pada keuntungan investasi. Hal ini yang biasanya tidak disadari oleh pemula yang baru terjun ke dunia investasi.
Nominalnya mungkin tidak terlalu besar dibandingkan modal yang dikeluarkan. Namun, akumulasi biaya-biaya tersebut bisa menggerus imbal hasil investasi apabila tidak diperhitungkan sejak awal.
Cara menghindari kesalahan investasi bagi pemula
Bagi pemula, kesalahan investasi kerap terjadi karena kurangnya pemahaman dan pengalaman. Kerugian investasi dapat diminimalkan dengan strategi yang tepat, sehingga perjalanan investasi menjadi lebih aman dan terukur. Berikut beberapa cara untuk menghindari kesalahan umum investor pemula.
- Tetapkan tujuan keuangan secara spesifik agar Anda bisa lebih konsisten dan disiplin.
- Pendekatan jangka panjang dapat dijadikan opsi investasi yang lebih stabil bagi pemula.
- Lakukan riset mendalam mengenai produk investasi, cara kerjanya, prospek, dan risikonya.
- Jangan pernah menggunakan dana kebutuhan sehari-hari atau dana darurat untuk berinvestasi.
- Selalu cek legalitas perusahaan atau platform investasi agar terhindar dari investasi bodong.
- Terapkan strategi diversifikasi dengan menyebar modal ke beberapa instrumen yang berbeda.
Setiap investor berpotensi melakukan kesalahan, terutama pada tahap awal. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemula dapat dihindari dengan menerapkan strategi yang jelas dan manajemen risiko yang baik.
FAQ seputar kesalahan investasi yang sering dilakukan pemula
| Apa saja kesalahan umum dalam berinvestasi? | Kesalahan umum yang dilakukan pemula dalam berinvestasi meliputi , mengabaikan toleransi risiko, mengabaikan dana darurat, dan mengikuti tren. |
| Bagaimana cara menghindari kesalahan-kesalahan tersebut? | Pemula disarankan untuk menentukan target, mengenali profil risiko, menggunakan uang dingin, dan memperdalam literasi investasi sebelum terburu-buru memulai investasi. |
| Untuk pemula sebaiknya investasi apa? | Bagi pemula, investasi terbaik adalah instrumen yang risikonya rendah dan mudah dipahami. |

















