OCBC Rilis Fitur Wealth Report bagi Nasabah Premier Banking

- OCBC meluncurkan fitur Wealth Report untuk nasabah Premier Banking guna mempermudah pengelolaan dan perencanaan portofolio investasi berbasis data.
- Fitur ini memungkinkan nasabah dan Relationship Manager melakukan investment review, identifikasi gap, serta akses mudah melalui OCBC Mobile dan RM Mobile.
- Wealth Report menyediakan laporan kekayaan, alokasi aset, hingga pelacakan performa bulanan; mendukung pertumbuhan AUM OCBC yang diproyeksikan tembus Rp120 triliun pada 2025.
Jakarta, FORTUNE – PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) meluncurkan fitur Wealth Report bagi nasabah OCBC Premier Banking. Fitur ini dapat memberikan data dan insight lengkap bagi nasabah sehingga kian memudahkan dalam mengatur proses perencanaan portofolio investasi
Wealth Management Advisory Head OCBC, Diamond Stole, menyatakan pemilihan alokasi investasi merupakan sebuah keputusan strategis bagi nasabah premier. Menurutnya, keputusan investasi yang tepat harus didasari dengan data, disesuaikan dengan risk appetite dan aspirasi keuangan masing-masing. Apalagi, nasabah premier di OCBC harus memiliki dana kelolaan minimal Rp1 miliar.
“Lewat Wealth Report, nasabah dapat mengetahui bagaimana portofolio mereka dapat bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan finansialnya. Sehingga, nasabah dapat lebih well-informed dan percaya diri dalam mengambil keputusan,” kata Diamond dalam acara diskusi dengan pers di Jakarta, Selasa (30/6).
Melalui fitur ini, nasabah bersama Relationship Manager (RM) dapat melakukan investment review dan mengidentifikasi “gap” untuk mengoptimalkan kinerja aset yang dimiliki. Seluruh kapabilitas wealth management OCBC juga dipermudah dengan aksesibilitas melalui OCBC Mobile untuk nasabah dan RM Mobile untuk RM.
Dalam Wealth Report juga terdapat berbagai informasi seperti Net Worth Report untuk menghitung total kekayaan, Asset-Based & Currency-Based Allocation untuk rebalancing portofolio, hingga monthly performance tracking. Berbagai fitur ini dinilai akan makin berguna di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global.
Nilai dana kelolaan atau assets under management (AUM) wealth management OCBC di Indonesia masih tumbuh dengan CAGR 29 persen selama periode 2022 hingga 2025. Dengan demikian, total AUM OCBC melebihi Rp120 triliun pada pengujung 2025.


















