Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Disokong Kredit UMKM, Bank Sampoerna Bukukan Laba Rp13,9 Miliar pada 2025

Disokong Kredit UMKM, Bank Sampoerna Bukukan Laba Rp13,9 Miliar pada 2025
Logo Bank Sampoerna/Dok Bank Sampoerna
Intinya Sih
  • Laba bersih ditopang pendapatan bunga bersih Rp671 miliar dan kontribusi besar dari penyaluran kredit UMKM.

  • Melalui layanan Bank-as-a-Service (BaaS), Bank Sampoerna berkolaborasi dengan lebih dari 50 fintech, multifinance, koperasi, dan institusi keuangan.

  • Penyaluran kredit UMKM mencapai 57,16 persen dari total kredit dengan rasio NPL Gross 3,79 persen dan DPK Rp13,44 triliun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) membukukan laba bersih Rp13,9 miliar sepanjang 2025 yang disokong oleh pendapatan bunga hingga kredit UMKM. Tercatat, bank swasta milik group Sampoerna ini mampu mencatatkan pendapatan bunga bersih Rp671 miliar.

CEO Bank Sampoerna, Ali Yong, menyatakan adopsi teknologi menjadi hal esensial terutama dalam menyalurkan kredit kepada UMKM guna mencatatkan pertumbuhan dalam menjalankan bisnis. Untuk itu, pihaknya mendukung penguatan digitalisasi sistem korporasi dengan menyediakan infrastruktur yang andal berbasis Bank-as-a-Service (BaaS).

“Dalam menjangkau nasabah dan pelaku UMKM secara lebih luas, kami menyadari tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kami terus membuka peluang kolaborasi guna memberikan nilai tambah bagi nasabah,” kata Ali melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/4).

Melalui layanan BaaS, saat ini Bank Sampoerna telah bekerja sama dengan lebih dari 50 perusahaan fintech, multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya untuk menjembatani nasabah masuk dalam ekosistem keuangan digital.

Sementara itu, Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, mengatakan komposisi penyaluran kredit UMKM yang mencapai 57,16 persen dari total kredit yang disalurkan per Desember 2025.

“Situasi ini tentu tidak mudah, terutama di tengah kondisi global dan domestik yang masih dipenuhi tantangan serta perlambatan permintaan di dalam negeri yang tecermin pada moderasi konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan kredit yang lebih terbatas, khususnya pada sektor UMKM,” kata Henky.

Henky menyatakan, Bank Sampoerna senantiasa menitikberatkan penyaluran kredit yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Pada akhir 2025, bank berhasil menjaga rasio non-performing loan/NPL Gross sebesar 3,79 persen dengan NPL net sebesar 2,28 persen, lebih baik dari posisi akhir pada 2024.

Demi menyokong penyaluran kredit UMKM, kata Henky, Bank Sampoerna menghimpun komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp13,44 triliun dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 22,73 persen dibandingkan dengan akhir 2024 yang sebesar 16,12 persen.

"Peningkatan tersebut berkontribusi untuk memperkuat komposisi rasio dana murah korporasi, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah," kata Henky.

Total aset Bank Sampoerna juga mengalami peningkatan 2,69 persen (YoY) menjadi Rp18,2 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan ini diiringi dengan penguatan pada sisi permodalan, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) 29,72 persen, mencerminkan kesiapan modal untuk pertumbuhan secara berkelanjutan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Finance

See More