Jakarta, FORTUNE – PT Bank Hibank Indonesia (Hibank) mencatatkan rugi bersih Rp182,89 miliar pada September 2026, berbalik dari posisi September 2025 saat anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. ini masih membukukan laba bersih Rp70,98 miliar.
Perubahan kinerja keuangan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan beban operasional dan peningkatan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Hibank naik dari 91,58 persen menjadi 116,07 persen. Angka di atas 100 persen ini mengindikasikan nilai beban operasional telah melampaui pendapatan operasional.
Pada sisi intermediasi, penyaluran kredit Hibank mengalami pertumbuhan 13,44 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp13,52 triliun.
Namun, peningkatan penyaluran kredit ini diikuti kenaikan NPL gross dari 0,93 persen menjadi 3,11 persen, serta NPL net dari 0,14 persen menjadi 1,38 persen. Rasio ini masih berada di bawah ambang batas industri perbankan yang ditetapkan pada level 5 persen.
Terkait margin, pendapatan bunga Hibank tumbuh 4,66 persen (YoY) menjadi Rp1,09 triliun. Pada saat bersamaan, beban bunga bertambah 10,55 persen (YoY) menjadi Rp571,23 miliar.
Kondisi ini menekan pendapatan bunga bersih turun 1,18 persen (YoY) menjadi Rp515,86 miliar, dari capaian sebelumnya Rp522,02 miliar. Net Interest Margin (NIM) juga mengalami penurunan dari 3,83 persen menjadi 3,46 persen.
Dari sisi pendanaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Hibank turun 18,84 persen (YoY) menjadi Rp14,48 triliun per September 2026, dibandingkan perolehan pada periode sama tahun sebelumnya senilai Rp17,85 triliun.
Penurunan DPK ini terutama didorong oleh penyusutan dana giro 37,94 persen menjadi Rp3,99 triliun dan deposito yang turun 9,05 persen menjadi Rp9,73 triliun.
Dampak dari berbagai pencapaian indikator tersebut berpengaruh pada penyusutan total aset Hibank sebesar 15,25 persen (YoY) menjadi Rp19,55 triliun. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat turun dari 45,21 persen menjadi 33,87 persen.