Jakarta, FORTUNE – Riset YouGov 2024 mengungkap potret menantang demografi Indonesia, dengan 41 juta jiwa kini terjepit dalam kategori generasi sandwich. Kelompok ini didominasi oleh milenial (53 persen) dan Gen Z (26 persen) yang berpotensi memikul beban finansial serta emosional berkepanjangan jika tidak segera memitigasi risiko melalui perencanaan keuangan yang matang.
Urgensi ini dipertegas oleh Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 dari IDN Research Institute. Data menunjukkan 63 persen anak muda kini mengandalkan pekerjaan sampingan demi menopang perekonomian keluarga besarnya.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, memandang data tersebut sebagai sinyal positif atas kemandirian generasi produktif, meski mereka berada di bawah tekanan kebutuhan rumah tangga yang tinggi.
“Bagi generasi muda, tantangan finansial hari ini bukan sekadar soal penghasilan, tetapi soal rasa aman terhadap masa depan, belum lagi adanya volatilitas pasar yang bisa terjadi kapan saja,” kata Karin melalui keterangan resmi, dikutip Kamis (26/2).
Karin menilai pemanfaatan instrumen asuransi yang tepat dapat menjadi solusi strategis bagi segmen ini dalam menyusun peta jalan keuangan. Proteksi dianggap mampu membangun fondasi finansial yang lebih terukur, sehingga memberikan ruang bagi individu untuk tetap produktif.
Merespons kondisi tersebut, Prudential Indonesia memperkenalkan PRUMapan, produk asuransi dengan premi kompetitif mulai dari Rp200.000 per bulan. Inovasi ini memberikan perlindungan jiwa atas risiko meninggal dunia dan kecelakaan, serta dilengkapi manfaat dana mapan yang dibayarkan saat tertanggung memasuki usia 55 hingga 75 tahun.
“Manfaat maksimal yang dapat diterima hingga 5,8 kali premi tahunan, tergantung usia masuk polis tertanggung,” ujar Karin.
Relevansi perlindungan jangka panjang ini juga dirasakan oleh pelaku industri kreatif. Reza Nurhilman, Founder Keripik Maicih, menekankan bahwa keberanian mengekspansi bisnis di usia muda tumbuh berkat adanya jaring pengaman keuangan.
“Memiliki proteksi dan perencanaan jangka panjang sejak dini menjadi bagian penting agar kita bisa fokus mengembangkan usaha dan tetap melangkah dengan percaya diri,” ujar Reza.
Kinerja Prudential Indonesia menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perusahaan membukukan pendapatan premi neto Rp20,13 triliun sepanjang 2025. Capaian ini tumbuh 1,26 persen (YoY) dibandingkan dengan perolehan 2024 yang mencapai Rp19,88 triliun.
