Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Indonesia dan India Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS, Percepat Interkoneksi QRIS
Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS (BRICS FMCBG) pada 9–10 September 2026 di Mumbai, India/Dok Bank Indonesia
  • Indonesia dan India sepakat memperkuat transaksi mata uang lokal melalui LCT serta pembayaran lintas negara untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
  • Bank Indonesia dan Reserve Bank of India membahas percepatan LCBSA serta perluasan interkoneksi QRIS antarnegara dalam pertemuan bilateral di Mumbai.
  • BRICS turut membahas reformasi IMF, transformasi digital, ketahanan siber, dan keuangan berkelanjutan; volume transaksi QRIS tumbuh 82,42 persen tahunan pada Juli 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – Indonesia dan India sepakat memperkuat penggunaan mata uang lokal melalui mekanisme Local Currency Transaction (LCT) serta konektivitas pembayaran lintas negara guna mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kesepakatan ini mengemuka dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS (BRICS FMCBG) yang berlangsung pada 9–10 September 2026 di Mumbai, India.

Sebagai langkah konkret dari kesepakatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menggelar pertemuan bilateral dengan Gubernur Reserve Bank of India (RBI), Sanjay Malhotra. Pertemuan tersebut membahas percepatan kerja sama Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA) serta perluasan interkoneksi pembayaran melalui QRIS antarnegara.

“Kerja sama ini menjadi salah satu langkah untuk menerjemahkan komitmen BRICS ke dalam konektivitas ekonomi dan keuangan yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Destry melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin (14/9).

Destry menjelaskan tingginya ketidakpastian ekonomi global mendorong negara-negara memperkuat kerja sama transaksi mata uang lokal.

Selain integrasi pembayaran, pertemuan BRICS juga menyepakati pentingnya penguatan arsitektur keuangan global, termasuk reformasi tata kelola Dana Moneter Internasional (IMF) guna meningkatkan suara dan representasi negara berkembang. Indonesia menekankan keberagaman karakteristik negara anggota—termasuk Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Ethiopia, Iran, dan Indonesia—harus dijadikan kekuatan yang saling melengkapi.

Kesepakatan tersebut merumuskan berbagai isu strategis, mulai dari penguatan resiliensi dan pertumbuhan ekonomi, transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), konektivitas pembayaran lintas negara, ketahanan siber, hingga keuangan berkelanjutan.

Saat ini, perluasan infrastruktur pembayaran seperti QRIS Antarnegara telah dimanfaatkan oleh wisatawan Indonesia maupun turis asing di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. BI menyatakan volume transaksi QRIS terus tumbuh hingga 82,42 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) per Juli 2026, disokong oleh lonjakan jumlah pengguna dan merchant.

Curated For You

Editorial Team

Related Article